Featured Post

Recommended

Acemagic Retro X3 Hadir: Mini PC Ryzen 7 dengan Radeon 780M & Triple Display!

Acemagic kembali mengguncang pasar mini PC dengan peluncuran Retro X3, perangkat desktop mini terbarunya yang menggabungkan desain ikonik al...

Acemagic Retro X3 Hadir: Mini PC Ryzen 7 dengan Radeon 780M & Triple Display!

Acemagic Retro X3 Hadir: Mini PC Ryzen 7 dengan Radeon 780M & Triple Display!

Acemagic Retro X3 Hadir: Mini PC Ryzen 7 dengan Radeon 780M & Triple Display!

Acemagic kembali mengguncang pasar mini PC dengan peluncuran Retro X3, perangkat desktop mini terbarunya yang menggabungkan desain ikonik ala Nintendo Famicom dengan spesifikasi modern berbasis AMD Ryzen 7. Dibanderol hanya 1.899 yuan (sekitar Rp4,1 juta), Retro X3 kini tersedia di JD.com sebagai alternatif terjangkau dari saudara premiumnya, Retro X5 tanpa mengorbankan performa inti.


Ditenagai oleh AMD Ryzen 7 H 255 dan GPU Radeon 780M, mini PC ini bukan sekadar hiasan meja. Ia mampu menjalankan tugas berat seperti editing video, multitasking ekstrem, bahkan gaming ringan hingga menengah semua dalam bodi seukuran kotak game klasik.


Artikel ini mengupas lengkap spesifikasi teknis, fitur unggulan, potensi penggunaan, serta posisi Retro X3 dalam tren mini PC global 2025.


Desain Retro yang Fungsional: Inspirasi Famicom dengan Sentuhan Modern

Acemagic mempertahankan DNA visual dari seri Retro dengan desain persegi berukuran 128,2 x 128,2 x 44 mm dan bobot 406 gram. Casing-nya menggabungkan warna merah, hitam, dan abu-abu dengan finishing logam sandblasted yang memberikan kesan premium namun nostalgia.


Di bagian depan, terdapat tombol power bergaya toggle merah jelas terinspirasi dari konsol Famicom yang menjadi ciri khas seri ini. Yang lebih penting, panel samping dirancang tanpa sekrup (tool-free), memungkinkan pengguna membuka casing dalam hitungan detik untuk meng-upgrade RAM atau SSD.


Ini adalah langkah cerdas: menggabungkan estetika retro dengan aksesibilitas modern, sesuatu yang jarang ditemukan di segmen mini PC.


Performa Inti: Ryzen 7 H 255 & Radeon 780M, Siap untuk Segala Tugas

Jantung Retro X3 adalah AMD Ryzen 7 H 255, prosesor mobile berbasis arsitektur Zen 4 (4nm) dengan:

  • 8 core / 16 thread
  • Boost clock hingga 4,9 GHz
  • 16 MB L3 cache


Yang membuatnya istimewa adalah integrasi GPU Radeon 780M berbasis RDNA 3, dengan:

  • 12 Compute Units (CU)
  • Frekuensi GPU hingga 2,6 GHz


GPU ini merupakan salah satu iGPU tercepat di dunia saat ini mampu menjalankan game seperti GTA V, Valorant, Fortnite, atau Elden Ring (dengan pengaturan rendah) pada resolusi 1080p. Untuk konten kreator, Radeon 780M juga mendukung AV1 encoding/decoding, mempercepat rendering video di aplikasi seperti DaVinci Resolve atau Adobe Premiere.


Upgradeable & Future-Proof: RAM 128GB + Dual NVMe SSD

Berbeda dengan banyak mini PC murah yang menyolder komponen, Retro X3 menawarkan fleksibilitas penuh:

  • 2 slot SO-DIMM DDR5-5600 → dukungan hingga 128 GB RAM
  • 2 slot M.2 2280 PCIe 4.0 x4 → kapasitas penyimpanan hingga 4 TB (2 TB per slot)


Catatan penting: tidak ada dukungan SATA SSD, sehingga pengguna harus menggunakan NVMe. Namun, ini justru memastikan kecepatan maksimal PCIe 4.0 x4 mampu mencapai 7.000 MB/s per SSD.


Kombinasi ini menjadikan Retro X3 sangat cocok untuk developer, desainer, atau pengguna profesional yang butuh performa tinggi dalam faktor bentuk kecil.


Konektivitas Premium: USB4, Triple Display, Wi-Fi 6 & 2.5GbE

Salah satu keunggulan utama Retro X3 adalah kelengkapan port yang jarang ditemukan di harga ini:

Port Depan:

  • 2x USB-A 10Gbps (USB 3.2 Gen 2)
  • 1x USB4 (40 Gbps, support DisplayPort Alt Mode & Power Delivery)
  • 1x jack audio 3.5mm


Port Belakang:

  • 4x USB-A 5Gbps (USB 3.2 Gen 1)
  • 1x HDMI 2.1 (support 4K@120Hz)
  • 1x DisplayPort 2.0 (support 8K@60Hz atau dual 4K)
  • 1x USB4 Type-C (40 Gbps)
  • 1x LAN 2.5GbE
  • 1x DC power input
  • 1x Kensington lock


Dengan tiga output display independen (HDMI + DP + USB4), pengguna bisa menjalankan triple monitor setup ideal untuk trading, desain grafis, atau produktivitas tinggi.


Konektivitas nirkabel juga tidak ketinggalan: Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2 memastikan koneksi cepat dan stabil ke perangkat eksternal.


Pendinginan Efisien & Sistem Operasi Lengkap

Untuk menjaga suhu di bawah beban berat, Acemagic menggunakan Cooling System 3.0 yang terdiri dari:

  • Kipas besar berkecepatan variabel
  • Dua heat pipe tembaga
  • Aliran udara tiga sisi (depan-belakang-samping)
  • Sistem ini efektif mencegah thermal throttling selama rendering panjang atau sesi gaming berjam-jam.


Retro X3 dikirim dengan Windows 11 Pro bukan versi Home memberikan akses ke fitur enterprise seperti BitLocker, Remote Desktop, dan Group Policy, yang sangat berguna bagi pengguna bisnis.


Perbandingan dengan Kompetitor: Di Mana Retro X3 Unggul?

Di kelas harga Rp4–5 juta, pesaing utama termasuk:

  • Minix Neo Z95 (lebih kecil, tapi performa lebih rendah)
  • Gmktec NucBox K13 (Intel Core Ultra 7, AI-focused, tapi lebih mahal)
  • Beelink SER7 (spesifikasi mirip, tapi desain biasa)


Keunggulan Retro X3:

  • Desain unik dan ikonik
  • Upgradeable penuh (RAM + SSD ganda)
  • Triple display output lengkap
  • Harga sangat kompetitif
  • Windows 11 Pro bawaan
  • Harga dan Ketersediaan
  • Harga: 1.899 yuan (~Rp4,1 juta)
  • Platform: JD.com (Tiongkok)


Versi global: Belum diumumkan, tetapi kemungkinan besar akan hadir di Amazon atau AliExpress dalam beberapa bulan


Dengan harga di bawah Rp5 juta, Retro X3 menawarkan rasio performa-harga terbaik di segmen mini PC AMD saat ini.


Kesimpulan: Mini PC Impian untuk Penggemar Retro & Profesional Modern

Acemagic Retro X3 bukan sekadar gimmick desain. Ia adalah mini PC serius yang menggabungkan nostalgia visual dengan spesifikasi masa depan. Dari kemampuan gaming hingga produktivitas multi-layar, dari upgrade mudah hingga konektivitas premium semua dikemas dalam bodi yang muat di telapak tangan.


Bagi siapa pun yang mencari komputer desktop hemat ruang, hemat listrik, tapi tetap powerful, Retro X3 layak menjadi pertimbangan utama. Dan dengan harga yang sangat agresif, Acemagic mungkin baru saja menetapkan standar baru di pasar mini PC 2025.

Huawei Ikuti Apple, Uji Sensor Kamera Depan Persegi untuk Framing Lebih Cerdas

Huawei Ikuti Apple, Uji Sensor Kamera Depan Persegi untuk Framing Lebih Cerdas

Huawei Ikuti Apple, Uji Sensor Kamera Depan Persegi untuk Framing Lebih Cerdas

Setelah Apple memperkenalkan sensor kamera depan berbentuk persegi (1:1) pada seri iPhone 17 untuk meningkatkan pengalaman Center Stage, kini Huawei dilaporkan sedang mengevaluasi pendekatan serupa. Jika kabar ini terwujud, perusahaan asal Tiongkok itu bisa menjadi vendor Android pertama yang mengadopsi desain sensor non-konvensional ini dengan tujuan sederhana namun revolusioner: mengatasi masalah framing yang kerap mengganggu pengguna saat selfie, video call, atau merekam konten sosial media.

Menurut bocoran dari akun Weibo populer Digital Chat Station, Huawei tengah mengeksplorasi penggunaan sensor kamera depan berformat 1:1 pada generasi ponsel pintarnya yang akan datang. 

Meski terdengar teknis, perubahan ini berpotensi memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi mereka yang sering berganti orientasi layar atau mengandalkan kamera depan untuk komunikasi visual.

Artikel ini mengupas apa itu sensor persegi, mengapa Apple dan kini Huawei tertarik menggunakannya, serta manfaat praktis yang bisa dirasakan pengguna jauh melampaui sekadar spesifikasi teknis.

Apa Itu Sensor Kamera Depan Persegi (1:1)?


Sensor kamera pada kebanyakan smartphone modern berbentuk persegi panjang, biasanya dengan rasio 4:3 atau 16:9 sesuai dengan format layar dan standar fotografi digital. Namun, sensor 1:1 memiliki lebar dan tinggi yang sama, membentuk kotak sempurna.

Pada pandangan pertama, ini terdengar tidak efisien. Tapi justru di situlah letak kecerdasannya:
Sensor persegi menangkap area gambar yang lebih luas secara vertikal dan horizontal sekaligus, memberikan “ruang cadangan” yang bisa digunakan oleh perangkat lunak untuk memotong (crop), memutar, atau menggeser bingkai tanpa kehilangan detail penting.

Mengapa Apple Memulai dengan iPhone 17?


Apple memperkenalkan sensor persegi pada iPhone 17 series sebagai bagian dari peningkatan fitur Center Stage teknologi yang secara otomatis melacak dan memusatkan subjek selama panggilan video, bahkan saat pengguna bergerak.

Dengan sensor 1:1, sistem dapat:

  • Berpindah mulus antara orientasi portrait dan landscape tanpa memotong kepala atau latar belakang
  • Melacak wajah dengan margin lebih besar, sehingga gerakan alami tidak membuat subjek “keluar frame”
  • Menghasilkan rekaman video yang lebih stabil dan estetis, terutama untuk konten TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts

Intinya: hardware baru memungkinkan software lama bekerja jauh lebih baik.

Apa Manfaat Sensor Persegi untuk Pengguna Huawei?


Jika Huawei benar-benar mengadopsi desain ini, pengguna Android khususnya penggemar seri P atau Mate bisa menikmati manfaat serupa:

1. Selfie Grup Tanpa Potongan Kepala
Saat mengambil foto bersama, sensor persegi memastikan semua wajah tetap masuk, bahkan jika ponsel diputar miring atau dipegang terlalu rendah/tinggi.

2. Video Call Lebih Profesional
Fitur pelacakan wajah (face tracking) bisa bekerja lebih akurat, mirip Zoom atau Google Meet premium tanpa perlu tripod atau penyesuaian manual.

3. Konten Sosial Media Lebih Fleksibel
Kreator konten bisa merekam dalam satu orientasi, lalu memotong ulang untuk format berbeda (misalnya dari 9:16 ke 1:1 atau 16:9) tanpa kehilangan resolusi atau detail.

4. Transisi Orientasi yang Mulus
Tidak ada lagi “gambar terpotong” saat beralih dari mode portrait ke landscape selama panggilan video sesuatu yang sering mengganggu di aplikasi seperti WhatsApp atau Teams.

Apakah Ini Hanya Tiruan dari Apple?


Tidak sepenuhnya. Meski Apple mempopulerkan konsep ini di pasar premium, ide sensor persegi sebenarnya sudah lama dieksplorasi di dunia fotografi dan sinematografi. Yang baru adalah penerapannya pada kamera depan smartphone konsumen.

Huawei, yang dikenal agresif dalam inovasi kamera (seperti pada seri P30 Pro dengan zoom periskop), kemungkinan besar mengembangkan implementasinya sendiri mungkin dengan algoritma AI yang lebih adaptif terhadap kondisi cahaya rendah atau latar belakang kompleks.

Namun, perlu dicatat: belum ada konfirmasi resmi mengenai resolusi sensor, model ponsel yang akan menerimanya, atau jadwal peluncuran. Saat ini, ini masih berada dalam tahap evaluasi internal.

Tantangan Potensial: Efisiensi, Biaya, dan Adopsi

Meski menjanjikan, sensor persegi juga menghadirkan tantangan:

  • Efisiensi ruang: Sensor kotak mungkin kurang optimal dalam modul kamera tipis modern.
  • Biaya produksi: Desain non-standar bisa meningkatkan harga komponen.
  • Kompatibilitas software: Aplikasi pihak ketiga perlu dioptimalkan agar memanfaatkan area ekstra.

Namun, jika Huawei berhasil mengintegrasikannya dengan baik seperti yang dilakukan Apple manfaatnya akan jauh mengimbangi risiko tersebut.

Kesimpulan: Inovasi Kecil yang Bisa Ubah Pengalaman Harian


Perubahan dari sensor persegi panjang ke persegi mungkin terlihat minor secara teknis. Tapi dalam praktiknya, ini adalah langkah cerdas untuk menyelesaikan masalah nyata yang selama ini diabaikan: framing kaku, potongan gambar tak disengaja, dan transisi orientasi yang membingungkan.

Jika Huawei melanjutkan rencana ini, kita mungkin akan melihat lebih banyak vendor Android mengikuti tren ini dan suatu hari nanti, pengguna akan bertanya, “Dulu kenapa kamera depan nggak dibuat begini dari awal?”

Untuk saat ini, mari tunggu konfirmasi resmi. Tapi satu hal pasti: kamera depan yang dulu dianggap “fitur sekunder” kini menjadi medan pertempuran inovasi baru di industri smartphone.

Gila! Oppo Find X10 Bawa Dua Kamera 200MP-Ini Bocoran Lengkapnya

Gila! Oppo Find X10 Bawa Dua Kamera 200MP-Ini Bocoran Lengkapnya

Gila! Oppo Find X10 Bawa Dua Kamera 200MP-Ini Bocoran Lengkapnya

Industri smartphone global sekali lagi diguncang oleh rumor terbaru dari Oppo. Menjelang peluncuran seri Find X9, perusahaan asal Tiongkok ini sudah mulai menguji konfigurasi kamera generasi berikutnya untuk Find X10 series dan spekulasi terkini menunjukkan langkah revolusioner: dual kamera utama beresolusi 200 megapiksel.


Menurut bocoran dari sumber tepercaya Digital Chat Station di Weibo, Oppo sedang mengembangkan setup kamera ganda yang terdiri dari:

  • Kamera utama 200MP
  • Kamera telefoto periskop 200MP


Keduanya menggunakan sensor besar berukuran 1/1.3 inci, menjadikannya salah satu kombinasi sensor paling masif yang pernah diuji Oppo untuk lini Find-nya. Jika benar-benar diluncurkan, ini akan menjadi pertama kalinya di dunia sebuah smartphone mengusung dua kamera utama 200MP menggabungkan keunggulan resolusi tinggi, detail luar biasa, dan zoom optik berkualitas studio.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi yang bocor, strategi peluncuran bertahap Oppo, implikasi teknologi, serta posisi Find X10 dalam persaingan flagship global 2026.


Dual Kamera 200MP: Langkah Berani Menuju Dominasi Fotografi Mobile

Konfigurasi kamera ganda 200MP bukan sekadar angka besar melainkan strategi teknis matang untuk memenuhi tuntutan pengguna profesional dan konten kreator.

  • Sensor 1/1.3 Inci: Lebih Besar, Lebih Baik


Ukuran sensor 1/1.3 inci jauh melampaui kebanyakan flagship saat ini. Sebagai perbandingan:

  • Samsung Galaxy S25 Ultra: ~1/1.3" (HP2)
  • Xiaomi 15 Ultra: ~1/1.28" (LYT-900)


Sensor besar memungkinkan penangkapan cahaya lebih banyak, menghasilkan:

  • Detail tekstur yang tajam bahkan di zoom digital
  • Noise minimal di kondisi rendah cahaya
  • Dinamika warna dan kontras yang lebih natural
  • Telefoto Periskop 200MP: Zoom Tanpa Kompromi


Kamera telefoto periskop biasanya menggunakan sensor lebih kecil (misal 50MP atau 48MP). Namun, dengan 200MP di lensa tele, Oppo bisa menawarkan:

  • Zoom hibrid hingga 10x tanpa kehilangan detail
  • Kemampuan lossless cropping bahkan di 5x–7x
  • Potensi rekaman video 8K dari lensa tele


Ini adalah terobosan besar karena selama ini, zoom berkualitas tinggi harus mengorbankan resolusi.


Ekspansi Lini Produk: Pro Max dan Ultra dalam Strategi Bertahap

Rumor juga mengindikasikan bahwa Oppo akan memperluas keluarga Find X10 menjadi tiga atau bahkan empat varian:

  • Find X10 (standar)
  • Find X10 Pro
  • Find X10 Pro Max (varian baru!)
  • Find X10 Ultra (dijadwalkan 2026)


Langkah ini meniru strategi Apple dan Samsung, tetapi dengan pendekatan khas Oppo: peluncuran bertahap.

  • Find X9s Pro (H1 2026): akan debutkan dual kamera 200MP lebih awal
  • Find X10 series (akhir 2026): versi penyempurnaan
  • Find X10 Ultra (2027?): puncak ekosistem imaging


Find X9s Pro sendiri dikabarkan menggunakan sensor Samsung HP5 penerus dari HP3 yang mendukung pixel-binning 16-in-1 menjadi 12.5MP output berkualitas tinggi.


Performa: Didukung MediaTek Dimensity 9600 Berbasis 2nm

Selain kamera, Oppo Find X10 series diprediksi menjadi salah satu smartphone pertama di dunia yang menggunakan MediaTek Dimensity 9600.


Chipset ini dibangun di atas proses fabrikasi 2 nanometer (2nm) generasi terdepan setelah 3nm menawarkan:

  • Efisiensi daya 30–40% lebih baik dibanding Dimensity 9300
  • Performa CPU/GPU lebih stabil dalam beban berat
  • Dukungan AI on-device untuk pemrosesan gambar real-time


Dengan kombinasi chipset 2nm dan sistem pendingin canggih, Oppo bisa memastikan pengalaman gaming dan fotografi tak terganggu thermal throttling masalah umum di flagship saat ini.


Apa yang Belum Diketahui? Layar, Baterai, dan Pengisian Daya

Meski kamera dan chipset sudah bocor, detail lain masih misterius:

  • Layar: Apakah akan menggunakan LTPO AMOLED 2K 120Hz seperti Find X9 Pro?
  • Baterai: Kemungkinan besar 5.000–5.500 mAh dengan optimisasi 2nm
  • Pengisian: Oppo mungkin pertahankan 100W wired + 50W wireless


Namun, mengingat tren Oppo, layar curved premium, Corning Gorilla Glass Victus 3, dan IP68 hampir pasti hadir di varian Pro ke atas.


Implikasi bagi Industri: Perlombaan Resolusi vs Kualitas Nyata

Langkah Oppo menuju dual 200MP memicu pertanyaan penting: apakah resolusi tinggi benar-benar dibutuhkan?

Beberapa kritikus berargumen bahwa:

  • Mayoritas pengguna tidak pernah mencetak foto ukuran besar
  • File 200MP sangat besar (~200–300MB per foto)
  • Algoritma AI modern bisa meningkatkan detail dari 50MP


Namun, Oppo tampaknya bermain di dua sisi:

  • Untuk prosumer: memberikan fleksibilitas maksimal dalam pasca-pemrosesan
  • Untuk branding: menegaskan posisi sebagai pemimpin inovasi kamera


Dengan dukungan software seperti AI HDR+, Night Mode Pro, dan Portrait Master, Oppo kemungkinan besar akan memanfaatkan data 200MP untuk menghasilkan output 12MP–50MP yang jauh lebih unggul.


Kapan Rilis dan Harga yang Diperkirakan?

  • Find X9s Pro: Q2 2026 (China)
  • Find X10 series: Q4 2026 (global)


Harga perkiraan:

  • Find X10: ~Rp12–14 juta
  • Find X10 Pro: ~Rp16–18 juta
  • Find X10 Pro Max/Ultra: >Rp20 juta


Jika strategi ini sukses, Oppo bisa merebut pangsa pasar dari Samsung dan Apple di segmen ultra-premium terutama di Asia dan Eropa.


Kesimpulan: Oppo Menuju Era Baru Fotografi Smartphone

Dengan rencana menghadirkan dual kamera 200MP, chipset 2nm, dan ekspansi lini produk, Oppo tidak hanya bersaing tapi mendefinisikan ulang standar flagship masa depan.


Find X10 series bukan sekadar ponsel; ia adalah studio portabel yang memadukan hardware ekstrem dengan kecerdasan algoritmik. Bagi pecinta fotografi mobile, 2026 mungkin menjadi tahun paling menarik sejak era DSLR digantikan oleh smartphone.


Satu hal pasti: perlombaan kamera flagship baru saja memasuki babak baru dan Oppo berada di garis depan.

Bocoran Lenovo Legion Y700 (2026): Tablet Gaming Mini dengan Chipset Terkencang Tahun Ini!

Bocoran Lenovo Legion Y700 (2026): Tablet Gaming Mini dengan Chipset Terkencang Tahun Ini!

Bocoran Lenovo Legion Y700 (2026): Tablet Gaming Mini dengan Chipset Terkencang Tahun Ini!

Lenovo kembali memperkuat dominasinya di segmen tablet gaming performa tinggi dengan mengungkap Legion Y700 generasi kelima (2026). Melalui teaser resmi pertama yang dirilis awal Februari 2026, perusahaan asal Tiongkok ini memberikan sekilas tampilan desain sekaligus mengonfirmasi kehadiran dua varian warna: hitam dan putih.


Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya desainnya melainkan bocoran spesifikasi teknis dari tipster ternama Digital Chat Station (DCS) yang mengungkap bahwa Legion Y700 (2026) akan menjadi tablet compact pertama di dunia yang ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dengan kombinasi layar 3K 165Hz, baterai 9.000mAh+, dan sistem pendingin canggih, perangkat ini diposisikan sebagai raja baru di kelas tablet gaming portabel.


Artikel ini mengupas tuntas desain, spesifikasi, fitur unggulan, jadwal peluncuran, serta potensi ketersediaan global dari Legion Y700 (2026).


Desain Lebih Gahar: RGB Ring Light Jadi Ciri Khas Baru

Meski mempertahankan bentuk ikonik dari generasi sebelumnya compact, ergonomis, dan ideal untuk gaming genggam Legion Y700 (2026) membawa penyegaran visual signifikan. Yang paling mencolok adalah cincin lampu RGB di sekitar modul kamera belakang, sebuah sentuhan estetika yang biasanya ditemukan di laptop gaming atau aksesori PC high-end.


Fitur ini tidak hanya berfungsi estetika, tetapi juga bisa dikustomisasi melalui aplikasi Legion Zone untuk menampilkan notifikasi, status baterai, atau sinkronisasi dengan game tertentu menambah imersi pengalaman bermain.


Dua pilihan warna Onyx Black dan Glacier White memberikan fleksibilitas gaya, sementara bodi tetap ringkas dengan dimensi yang optimal untuk digenggam selama sesi gaming maraton.


Spesifikasi Inti: Snapdragon 8 Elite Gen 5, Layar 3K 165Hz, dan Baterai 9.000mAh+

Menurut bocoran dari Digital Chat Station, Legion Y700 (2026) akan menjadi pelopor global dalam mengadopsi chipset terbaru Qualcomm:


  • Chipset & Performa
  • Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • Prosesor 4nm generasi terbaru
  • GPU Adreno canggih dengan dukungan ray tracing
  • Optimasi AI untuk gaming dan multitasking


Ini menjadikannya tablet compact paling bertenaga di pasaran, bahkan mengungguli banyak flagship smartphone.


Layar Gaming Kelas Atas

  • Ukuran: 8,8 inci
  • Panel: LCD (tetap dipertahankan untuk responsivitas input rendah)
  • Resolusi: 3K (~2800 x 1600 piksel)
  • Refresh Rate: 165Hz
  • Rasio Aspek: 16:10   ideal untuk game dan produktivitas


Layar ini menawarkan kecepatan respons sangat cepat, minim ghosting, dan reproduksi warna akurat kombinasi sempurna untuk game kompetitif seperti Genshin Impact, PUBG Mobile, atau Call of Duty: Mobile.


Baterai & Pendinginan

  • Kapasitas: Lebih dari 9.000 mAh
  • Pendinginan: Sistem vapor chamber dengan area disipasi panas besar
  • Fast Charging: Belum diungkap, tetapi kemungkinan besar mendukung pengisian cepat 68W atau lebih (mengacu pada tren generasi sebelumnya)


Baterai raksasa ini memungkinkan waktu main hingga 8–10 jam dalam penggunaan intensif jarang ditemukan di perangkat seukuran ini.


Kamera & Konektivitas

  • Kamera Belakang: 50 MP (kemungkinan besar sensor utama Sony IMX766 atau setara)
  • Kamera Depan: Belum diungkap (kemungkinan tersembunyi di bezel)
  • Audio: Speaker stereo ganda dengan tuning Dolby Atmos
  • Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, USB Type-C 3.2


Jadwal Peluncuran dan Ketersediaan Global

Menurut DCS, Lenovo Legion Y700 (2026) akan resmi diluncurkan pada Maret 2026 di Tiongkok. Generasi sebelumnya (2025) hanya tersedia di pasar Tiongkok, sehingga masih belum jelas apakah versi global akan hadir.


Namun, mengingat popularitas seri Legion Y700 di kalangan gamer internasional terutama di Eropa dan Asia Tenggara kemungkinan besar Lenovo akan mempertimbangkan ekspansi global, meski mungkin dengan penundaan beberapa bulan.


Apa yang Membedakan Legion Y700 dari Kompetitor?

Di tengah pasar tablet yang didominasi iPad mini dan Samsung Galaxy Tab S9 FE, Legion Y700 menonjol karena fokus eksklusif pada gaming:

  • Ergonomi genggam yang tidak dimiliki tablet 10 inci
  • Tombol shoulder fisik (diperkirakan kembali hadir)
  • Mode performa tinggi dengan kontrol suhu aktif
  • Integrasi penuh dengan ekosistem Legion (mouse, keyboard, cooling pad)


Tidak ada tablet seukuran ini yang menawarkan kombinasi chipset flagship, refresh rate 165Hz, dan baterai 9.000mAh+ menjadikannya niche product yang tak tergantikan bagi gamer mobile serius.


Prediksi Harga dan Target Pasar

Berdasarkan harga generasi 2025 (sekitar ¥2.499 atau ~Rp5,3 juta), Legion Y700 (2026) diperkirakan dibanderol antara Rp5,5–6,5 juta untuk varian dasar (8/256GB). Varian premium (16/512GB) bisa mencapai Rp7,5 juta.

Target pasarnya jelas:

  • Gamer mobile hardcore
  • Content creator portabel
  • Profesional yang butuh perangkat ringkas tapi bertenaga


Kesimpulan: Tablet Gaming Compact Terbaik 2026 Sudah di Depan Mata

Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar 3K 165Hz, baterai 9.000mAh+, dan estetika RGB gaming, Lenovo Legion Y700 (2026) bukan sekadar pembaruan ia adalah evolusi signifikan dari konsep tablet gaming portabel.


Jika Lenovo memutuskan membawa perangkat ini ke pasar global, ia berpotensi mendefinisikan ulang standar tablet gaming compact dan memberikan tekanan serius pada Apple dan Samsung yang masih fokus pada tablet serba guna ketimbang performa gaming murni.


Bagi para gamer yang menginginkan kekuatan konsol dalam genggaman, Legion Y700 (2026) layak ditunggu. Peluncurannya di Maret 2026 bisa menjadi momen penting di dunia mobile gaming.

iQOO 15 Ultra Hadir dengan Kamera Periskop Sony 50MP & Performa Gaming Ekstrem!

iQOO 15 Ultra Hadir dengan Kamera Periskop Sony 50MP & Performa Gaming Ekstrem!

iQOO 15 Ultra Hadir dengan Kamera Periskop Sony 50MP & Performa Gaming Ekstrem!

Pada 4 Februari 2026, iQOO akan meluncurkan iQOO 15 Ultra di Tiongkok sebuah flagship yang dirancang untuk mendominasi dua dunia sekaligus: mobile gaming ekstrem dan fotografi kelas atas. Menggabungkan performa hardware terkini dengan algoritma pencitraan warisan Vivo, ponsel ini bukan sekadar penerus seri iQOO, melainkan deklarasi perang terhadap batas antara hiburan dan kreativitas mobile.


Dari segi spesifikasi, iQOO 15 Ultra menawarkan kombinasi langka: sensor periskop telefoto 50MP dari Sony, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, sistem pendingin aktif berkipas, baterai raksasa 7.400mAh, dan bahkan dukungan real-time ray tracing. Semua ini dikemas dalam desain futuristik dengan opsi warna 2077 Black dan 2049 Silver merujuk pada estetika cyberpunk yang populer di kalangan gamer dan tech enthusiast.


Artikel ini mengupas tuntas fitur unggulan, inovasi teknis, dan posisi strategis iQOO 15 Ultra dalam persaingan pasar flagship global tahun 2026.


Kamera Flagship: Periskop Sony 50MP + Algoritma Imaging Vivo Terbaru

Salah satu kejutan terbesar dari iQOO 15 Ultra adalah komitmennya pada fotografi, meski secara positioning ia ditujukan untuk gamer.


Spesifikasi Kamera Utama:

  • Sensor utama: 50MP (detail belum diungkap, kemungkinan besar Sony IMX9xx)
  • Telefoto periskop: 50MP Sony 3x super periscope dengan OIS level CIPA 4.5 peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya
  • Kamera ketiga: 50MP (kemungkinan ultrawide atau makro)
  • Kamera depan: 32MP


Yang membuat sistem ini benar-benar unggul bukan hanya hardware, tapi perangkat lunak. iQOO 15 Ultra mengadopsi dua mesin pencitraan tercanggih dari Vivo:

  • NICE 3.0 Optical Reconstruction Engine
  • Meningkatkan detail tekstur dan akurasi warna
  • Mengurangi noise tanpa mengorbankan ketajaman
  • Magic 2.0 Image Restoration Engine
  • Memulihkan detail yang hilang akibat kompresi atau kondisi cahaya rendah
  • Mampu merekonstruksi tepi objek dengan presisi tinggi


Kombinasi ini memungkinkan iQOO 15 Ultra bersaing langsung dengan flagship fotografi seperti Xiaomi 15 Ultra atau Oppo Find X8 Pro, meski identitas utamanya tetap sebagai gaming phone.


Performa Gaming: Snapdragon 8 Elite Gen 5 + Chip Q3 Khusus

Di balik bodinya yang futuristik, iQOO 15 Ultra ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5 chipset andalan Qualcomm untuk tahun 2026 dipadukan dengan chip gaming eksklusif iQOO bernama Q3.

Chip Q3 bertugas mengoptimalkan:

  • Latensi input sentuh
  • Manajemen frame rate dinamis
  • Distribusi beban antara CPU, GPU, dan NPU


Hasilnya? iQOO mengklaim ponsel ini mampu menjalankan game Honor of Kings pada 144fps dengan pengaturan Ultra, termasuk tekstur peta yang ditingkatkan sesuatu yang bahkan banyak PC gaming mid-range kesulitan lakukan.


Fitur gaming lainnya meliputi:

  • Capacitive shoulder triggers (seperti tombol L1/R1 di konsol)
  • Gyroskop presisi tinggi untuk aiming akurat
  • Touch response rate ultra-cepat (latensi <5ms)
  • 144fps livestreaming support untuk konten kreator
  • Pendinginan Revolusioner: Ice Dome Air Cooling dengan Kipas Internal


Untuk mencegah thermal throttling saat sesi gaming panjang, iQOO memperkenalkan Ice Dome Air Cooling System sistem pendingin aktif yang mengintegrasikan kipas mini di dalam bodi ponsel.


Ini bukan pertama kalinya iQOO menggunakan pendingin aktif (lihat seri iQOO Neo), tapi kali ini desainnya lebih senyap, efisien, dan tidak menonjol dari bodi. Sistem ini mampu menurunkan suhu SoC hingga 12°C dibanding pendingin pasif konvensional.


Konektivitas Cerdas: 29 Antena & Jaringan Gaming Bawah Tanah

iQOO 15 Ultra dilengkapi 29 antena surround yang secara cerdas beralih jalur sinyal berdasarkan cara pengguna memegang ponsel menghindari “dead zone” saat bermain sambil memegang erat.

Fitur unik lainnya adalah Universe Metro Gaming Network, yang memungkinkan:

  • Koneksi internet stabil bahkan di stasiun bawah tanah
  • Latensi rendah berkat kolaborasi dengan operator seluler lokal


Ditambah AI Esports Signal Engine 2.0, yang meningkatkan penetrasi sinyal Wi-Fi melalui dinding tebal sangat berguna di apartemen atau gedung perkantoran.


Layar, Baterai, dan Audio: Pengalaman Imersif Total

  • Layar: 6.85 inci, panel LTPO 2K datar dari Samsung, refresh rate adaptif hingga 144Hz
  • Baterai: 7.400mAh salah satu yang terbesar di kelas flagship
  • Pengisian: 100W kabel & 100W nirkabel (pengisian penuh dalam ~30 menit)
  • Audio: Speaker stereo 1115 coaxial dengan tuning Dolby Atmos
  • Haptics: Sistem dual-axis untuk umpan balik getaran yang realistis
  • Keamanan: Sensor sidik jari ultrasonik (lebih cepat dan aman daripada optik)


Kesimpulan: Flagship Hybrid yang Mengubah Aturan Main

iQOO 15 Ultra bukan sekadar ponsel gaming ia adalah pernyataan bahwa gamer modern juga butuh kamera hebat, baterai tahan lama, dan konektivitas tak terputus. Dengan menggabungkan DNA Vivo dalam pencitraan dan keahlian iQOO dalam optimasi performa, ponsel ini menawarkan pengalaman all-in-one yang sulit ditandingi.


Jika Anda seorang gamer kompetitif yang juga suka mendokumentasikan momen, streamer, atau profesional mobile yang butuh daya tahan ekstrem, iQOO 15 Ultra layak menjadi pertimbangan utama.


Peluncuran resminya pada 4 Februari 2026 di Tiongkok kemungkinan akan diikuti oleh versi global dalam beberapa bulan dan jika harga tetap kompetitif, ia bisa menjadi salah satu flagship paling menarik tahun ini.

Jam Tangan Rp24 Juta dari Casio! Oceanus OCW-S7000F-2A Punya Bezel Sapphire & Solar Charging

Jam Tangan Rp24 Juta dari Casio! Oceanus OCW-S7000F-2A Punya Bezel Sapphire & Solar Charging

Jam Tangan Rp24 Juta dari Casio! Oceanus OCW-S7000F-2A Punya Bezel Sapphire & Solar Charging

Casio kembali menegaskan dominasinya di segmen jam tangan premium dengan peluncuran Oceanus Manta OCW-S7000F-2A di Jepang. Dirancang untuk pecinta horologi modern yang menghargai presisi, estetika, dan inovasi teknologi, model terbaru ini menggabungkan material mewah seperti sapphire dan titanium, teknologi pengisian surya (Tough Solar), serta konektivitas Bluetooth canggih semua dalam bodi yang luar biasa tipis dan ringan.


Dibanderol ¥220.000 (sekitar Rp24 juta), jam tangan ini kini tersedia untuk pre-order dan akan resmi diluncurkan secara global pada Februari 2026. Sebagai bagian dari lini Oceanus Manta yang dikenal karena profil ramping dan material berkualitas tinggi OCW-S7000F-2A hadir sebagai pernyataan gaya sekaligus alat navigasi waktu yang sangat akurat.


Artikel ini mengupas tuntas desain eksklusif, spesifikasi teknis mutakhir, fitur konektivitas cerdas, serta nilai unik yang menjadikan jam tangan ini layak menjadi investasi bagi kolektor dan profesional modern.


Desain Elegan dengan Sentuhan Laut: Estetika yang Memukau

Casio tidak main-main dalam urusan visual. OCW-S7000F-2A mengusung konsep warna dua nada yang terinspirasi dari laut dalam:

  • Dial utama berwarna biru pekat, dihasilkan melalui proses blue vapor deposition untuk memberikan kedalaman warna dan kilau metalik yang konsisten.
  • Sub-dial putih bersih, diproses dengan high-opacity white vapor deposition agar tetap terang bahkan dalam kondisi pencahayaan rendah.


Bagian paling mencolok adalah bezel cincin dari kaca sapphire yang mengelilingi dial. Di atasnya, terdapat tanda tachymeter berwarna putih yang kontras dan mudah dibaca. Bezel ini dipasang pada basis titanium multi-faceted yang dipoles halus, menciptakan pantulan cahaya dinamis dari berbagai sudut.


Desain ini bukan hanya indah ia juga fungsional. Setiap elemen dirancang untuk mengoptimalkan keterbacaan dan daya tahan, tanpa mengorbankan kesan mewah.


Material Premium: Titanium Ringan dengan Ketahanan Ekstrem

Bobot sering kali menjadi masalah pada jam tangan mewah. Namun, Casio berhasil membuat OCW-S7000F-2A hanya seberat 83 gram sangat ringan untuk ukuran casing 47,5 x 42,8 mm dengan ketebalan 9,5 mm.


Rahasianya? Penggunaan titanium murni untuk seluruh casing dan tali jam. Material ini:

  • 45% lebih ringan dari stainless steel
  • Sangat tahan korosi
  • Hypoallergenic (aman untuk kulit sensitif)


Untuk meningkatkan ketahanan gores, Casio menerapkan perlakuan titanium carbide pada permukaan casing lapisan keras yang melindungi dari lecet harian.


Tali jam dilengkapi gesper lipat tiga (triple-fold clasp) dengan sistem slide adjustment satu sentuh, memungkinkan penyesuaian cepat tanpa alat. Rentang ukuran tali mencakup 150 hingga 195 mm, cocok untuk hampir semua ukuran pergelangan tangan.


Teknologi Waktu Mutlak: Multiband 6 + Bluetooth Sync

Akurasi waktu adalah inti dari seri Oceanus. OCW-S7000F-2A mendukung dua sistem koreksi waktu otomatis:

1. Multiband 6 Radio Signal Reception

Jam ini dapat menerima sinyal waktu atom dari 6 stasiun di 4 wilayah:

  • Jepang (2 stasiun)
  • Amerika Serikat
  • Jerman
  • Tiongkok


Dengan ini, jam secara otomatis menyesuaikan waktu hingga ketepatan milidetik, termasuk pergantian zona waktu dan tanggal.


2. Konektivitas Bluetooth via Casio Watches App

  • Melalui aplikasi resmi, pengguna bisa:
  • Menyinkronkan waktu dengan ponsel
  • Mengatur 300 zona waktu dunia
  • Melacak status baterai
  • Menemukan ponsel yang hilang
  • Mengontrol fungsi jam (alarm, stopwatch, dll)
  • Kombinasi ini memastikan jam selalu tepat di mana pun Anda berada.


Tough Solar: Daya Tahan Baterai Hingga 19 Bulan

OCW-S7000F-2A menggunakan sistem Tough Solar teknologi pengisian tenaga surya eksklusif Casio yang mengubah cahaya alami maupun buatan menjadi energi.

  • Daya penuh: bertahan hingga 5 bulan tanpa paparan cahaya
  • Mode hemat daya: bisa bertahan hingga 19 bulan


Fitur hemat daya aktif otomatis saat jam tidak terkena cahaya dalam waktu lama, dengan jarum berhenti sementara namun tetap mencatat waktu di latar belakang. Saat terpapar cahaya kembali, jam langsung kembali normal tanpa kehilangan akurasi.


Fitur Tambahan yang Meningkatkan Fungsionalitas

Selain fitur utama, jam ini juga dilengkapi:

  • Kalender otomatis penuh hingga tahun 2099
  • Stopwatch 24 jam dengan presisi tinggi
  • Tampilan hari dan tanggal
  • Koreksi posisi jarum otomatis (jika terganggu medan magnet)
  • Lapisan Neobrite pada jarum dan indeks menyala dalam gelap
  • Kaca sapphire dual-curve dengan lapisan anti-reflektif untuk visibilitas maksimal


Ketahanan air mencapai 10 bar (100 meter), menjadikannya aman untuk berenang, snorkeling, atau aktivitas air harian.


Dibuat di Jepang: Simbol Komitmen pada Kualitas

Seperti semua model Oceanus premium, OCW-S7000F-2A diproduksi sepenuhnya di Jepang. Ini bukan sekadar label melainkan jaminan atas:

  • Presisi perakitan
  • Kontrol kualitas ketat
  • Penggunaan komponen terbaik
  • Bagi kolektor, “Made in Japan” adalah cap kepercayaan yang tak ternilai.


Harga dan Ketersediaan

  • Harga: ¥220.000 (sekitar Rp24 juta)
  • Pre-order: Sudah dibuka di Jepang
  • Peluncuran resmi: Februari 2026
  • Target pasar: Global, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika


Meski harganya premium, OCW-S7000F-2A menawarkan nilai luar biasa dibanding pesaing Swiss atau Jerman di kelas harga serupa terutama karena kombinasi teknologi otomatis, material langka, dan daya tahan jangka panjang.


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Jam Tangan Ini Pernyataan Teknologi

Casio Oceanus OCW-S7000F-2A bukan hanya alat penunjuk waktu. Ia adalah perpaduan sempurna antara seni Jepang, rekayasa presisi, dan inovasi digital. Dengan bezel sapphire, casing titanium, Tough Solar, dan konektivitas Bluetooth, jam ini menjawab kebutuhan generasi modern yang menginginkan gaya, keandalan, dan kecerdasan dalam satu perangkat.


Bagi eksekutif, traveler internasional, atau kolektor jam tangan teknologi, OCW-S7000F-2A layak menjadi centerpiece di pergelangan tangan Anda tahun 2026.

Bocoran: M5 Pro Lebih Murah & Lebih Dingin, Tapi Harus Tunggu Sampai Maret!

Bocoran: M5 Pro Lebih Murah & Lebih Dingin, Tapi Harus Tunggu Sampai Maret!

Bocoran: M5 Pro Lebih Murah & Lebih Dingin, Tapi Harus Tunggu Sampai Maret!

Apple dikenal karena konsistensinya dalam siklus rilis produk, terutama untuk lini chip Silicon-nya. Namun kali ini, sang raksasa teknologi melanggar pola tersebut. Menurut bocoran terbaru dari sumber tepercaya di Weibo, M5 Pro dan M5 Max tidak akan diluncurkan sebelum Maret 2026 menandai penundaan signifikan dibanding jadwal biasanya.


Padahal, pendahulunya M4 Pro dan M4 Max telah resmi diperkenalkan pada November 2024, artinya Apple kini melewatkan jendela peluncuran khasnya yang biasanya terjadi setiap 12 bulan. Lalu, apa yang menyebabkan keterlambatan ini? Dan bagaimana dampaknya terhadap performa, harga, serta perangkat masa depan Apple?


Artikel ini mengupas tuntas penyebab penundaan, inovasi teknologi SoIC, potensi penghematan biaya, manajemen termal, serta spekulasi perangkat yang akan menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max.


Penundaan Tak Biasa: Mengapa M5 Pro & M5 Max Terlambat?

Menurut tipster ternama Fixed-focus Digital di Weibo, Apple kemungkinan besar akan mengumumkan M5 Pro dan M5 Max sekitar satu bulan lagi tepatnya pada Maret 2026. Ini mengejutkan, mengingat Apple biasanya sangat disiplin dalam menjaga ritme pembaruan tahunan untuk chip profesionalnya.


Meski rumor tidak menyebutkan alasan pasti, dua faktor utama diduga menjadi penyebab:

1. Kendala Pasokan dari TSMC

TSMC, mitra manufaktur eksklusif Apple, dikabarkan menghadapi kendala produksi pada lini canggihnya. Ini bisa mencakup keterbatasan kapasitas fabrikasi, kekurangan material khusus, atau kompleksitas proses baru yang memperlambat yield rate (tingkat keberhasilan produksi).


2. Tantangan Teknologi SoIC (System-on-Integrated-Chips)

Apple berencana menggunakan teknologi SoIC metode chiplet packaging tingkat lanjut dari TSMC untuk M5 Pro dan M5 Max. Namun, proses ini ternyata lebih rumit dari perkiraan, terutama dalam integrasi termal dan elektrikal antar-chiplet.


SoIC memungkinkan Apple menyusun beberapa die (CPU, GPU, NPU) secara vertikal dengan interkoneksi ultra-padat, tetapi produksi massal masih menghadapi hambatan teknis.


SoIC: Inovasi yang Bisa Ubah Desain Chip Apple Selamanya

Jika berhasil, SoIC bukan hanya soal performa tapi revolusi arsitektur chip. Berbeda dengan desain monolitik tradisional, SoIC memungkinkan Apple:

Memisahkan blok CPU dan GPU pada die terpisah

Menyesuaikan konfigurasi sesuai kebutuhan perangkat (misalnya: lebih banyak core GPU untuk Mac Studio, lebih banyak core efisiensi untuk MacBook Pro)


Mengurangi panas lokal dengan distribusi beban lebih merata

Ini berarti Apple bisa menghindari pendekatan “satu ukuran untuk semua” dan mulai membuat chip yang benar-benar dioptimalkan per perangkat.


Manajemen Termal: Solusi untuk Masalah Panas M5 Standar

Salah satu isu besar pada chip M5 generasi dasar adalah suhu ekstrem. Laporan sebelumnya menyebut bahwa M5 standar bisa mencapai 99°C di bawah beban berat nyaris menyentuh batas termal.


Dengan SoIC, Apple berharap M5 Pro dan M5 Max jauh lebih dingin. Karena komponen dipisah dan diatur ulang secara fisik, panas tidak terkonsentrasi di satu titik. Selain itu, antarmuka SoIC memiliki konduktivitas termal lebih baik, memungkinkan pendinginan lebih efisien baik melalui heatsink pasif maupun sistem aktif di Mac Studio.


Harga Produksi Lebih Rendah? Ini Kabar Baik bagi Konsumen

Meski menghadapi tantangan, bocoran juga menyebut bahwa biaya produksi M5 Pro dan M5 Max mungkin sedikit lebih rendah dibanding M4 Pro/Max meski selisihnya tidak dramatis.


Penurunan biaya ini penting mengingat industri global masih menghadapi tekanan pasokan DRAM yang mendorong harga komponen naik. Jika Apple bisa menekan biaya chip, ada kemungkinan perangkat baru tetap dijual dengan harga stabil, atau bahkan lebih kompetitif.


Perangkat Apa yang Akan Menggunakan M5 Pro & M5 Max?

Jika peluncuran benar-benar terjadi pada Maret 2026, Apple kemungkinan besar akan memperkenalkan perangkat keras baru secara bersamaan, seperti:

  • MacBook Pro 14” dan 16” (2026) – pembaruan langsung dari model M4
  • Mac Studio (2026) – yang mungkin menjadi debut pertama untuk M5 Max
  • Mac mini Pro? – spekulasi tentang varian high-end Mac mini untuk kreator konten

Tidak menutup kemungkinan Apple juga akan memperbarui ekosistem monitor atau aksesori pro untuk menyempurnakan pengalaman kerja kreatif.


Catatan Hati-Hati: Apple Bisa Ubah Rencana Kapan Saja

Seperti biasa, semua informasi ini masih berupa rumor. Apple terkenal sering mengubah rencana tanpa pemberitahuan baik mempercepat, menunda, atau bahkan membatalkan produk.


Namun, konsistensi laporan dari sumber terpercaya seperti Fixed-focus Digital yang sebelumnya akurat memprediksi peluncuran M4 memberi bobot cukup pada prediksi Maret 2026 ini.


Kesimpulan: Penundaan untuk Kualitas, Bukan Kemunduran

Penundaan M5 Pro dan M5 Max bukanlah tanda kelemahan Apple, melainkan komitmen terhadap inovasi yang matang. Dengan memilih menunggu hingga SoIC siap, Apple menunjukkan bahwa ia lebih memilih kualitas jangka panjang daripada sekadar memenuhi jadwal.


Bagi pengguna, ini berarti chip M5 Pro dan M5 Max yang lebih dingin, lebih fleksibel, dan mungkin lebih terjangkau asalkan mereka bersedia menunggu hingga Maret 2026.


Dan jika sejarah berulang, penantian itu akan sangat sepadan.

Mobil Listrik Akan Pakai Baterai Sodium-Ion? CATL Mulai Uji Coba Nyata!

Mobil Listrik Akan Pakai Baterai Sodium-Ion? CATL Mulai Uji Coba Nyata!

Mobil Listrik Akan Pakai Baterai Sodium-Ion? CATL Mulai Uji Coba Nyata!

Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), raksasa baterai asal Tiongkok, kini memasuki babak baru dalam evolusi kendaraan listrik (EV). Setelah sukses menguji baterai sodium-ion pada kendaraan komersial, perusahaan tersebut resmi memulai pengujian di kendaraan penumpang, menandai tonggak penting dalam adopsi teknologi alternatif pengganti lithium-ion.


Dengan merek dagang Naxtra, baterai sodium-ion CATL kini sedang menjalani pengujian musim dingin di dunia nyata, dengan model Changan Oshan sebagai salah satu pionir. Mobil-mobil dari GAC dan JAC juga dipastikan akan menyusul dalam waktu dekat. Langkah ini bukan sekadar eksperimen melainkan bagian dari strategi besar untuk menjawab tiga tantangan utama industri EV: keamanan, kinerja ekstrem, dan ketergantungan pada bahan langka.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, keunggulan keselamatan, performa di cuaca ekstrem, serta implikasi global dari terobosan CATL yang berpotensi mengubah wajah mobilitas listrik.


Mengapa Sodium-Ion? Jawaban atas Keterbatasan Lithium-Ion

Selama lebih dari satu dekade, baterai lithium-ion mendominasi industri EV. Namun, teknologi ini memiliki kelemahan struktural:

  • Rentan terbakar atau meledak saat rusak atau terlalu panas
  • Performa menurun drastis di suhu rendah
  • Bergantung pada lithium, kobalt, dan nikel bahan langka dan geopolitik sensitif


Sodium-ion hadir sebagai solusi menarik karena:

  • Sodium melimpah di alam (ditemukan di garam laut) → biaya lebih rendah
  • Lebih stabil secara kimia → risiko termal jauh lebih kecil
  • Kinerja lebih baik di suhu dingin
  • CATL memanfaatkan semua keunggulan ini dalam desain Naxtra dan hasilnya mengejutkan.
  • Spesifikasi Teknis Naxtra: Lebih dari Sekadar “Alternatif”


Meski menggunakan bahan yang lebih murah, baterai sodium-ion CATL tidak berkompromi pada performa. Berikut spesifikasi utamanya:

  • Kepadatan energi: 175 Wh/kg   kompetitif dengan baterai LFP (lithium iron phosphate)
  • Jangkauan listrik murni: >500 km
  • Jangkauan hybrid: >200 km
  • Pengisian super cepat: dukungan 5C (0–80% dalam ~15 menit di kondisi ideal)
  • Daya tahan siklus: hingga 10.000 siklus pengisian   setara 20–30 tahun penggunaan harian


Angka-angka ini menunjukkan bahwa sodium-ion bukan lagi "plan B", melainkan pesaing serius yang siap bersaing di pasar massal.


Keamanan Ekstrem: Tidak Terbakar Bahkan Saat Dibor atau Digergaji

CATL menempatkan keselamatan sebagai poin utama pemasaran Naxtra. Dalam pengujian internal dan independen, baterai ini berhasil melewati tes kekerasan ekstrem tanpa insiden:

  • Penetrasi jarum (needle penetration)
  • Penetrasi bor listrik
  • Tekanan ekstrem (extrusion)
  • Pemotongan dengan gergaji


Dalam semua skenario, tidak terjadi kebakaran, ledakan, atau pelepasan gas beracun. Ini kontras tajam dengan baterai lithium-ion konvensional, yang sering kali mengalami thermal runaway (reaksi berantai panas) saat rusak.


Pada September 2024, Naxtra juga lulus sertifikasi standar nasional Tiongkok terbaru, yang mencakup persyaratan ketat untuk:

  • Difusi panas
  • Ketahanan benturan bawah kendaraan
  • Daya tahan pengisian cepat berulang


Pengujian independen oleh China Automotive Technology and Research Center (CATARC) memverifikasi klaim CATL baik di tingkat sel maupun paket baterai.


Performa di Musim Dingin: Jawaban untuk Masalah EV di Iklim Ekstrem

Salah satu alasan utama pengujian musim dingin dilakukan adalah keunggulan sodium-ion di suhu rendah.


Dalam pengujian di –30°C, CATL melaporkan:

  • Pengisian 30% → 80% hanya dalam 30 menit
  • 93% kapasitas tetap tersedia
  • Kendaraan mampu melaju 120 km/jam meski hanya tersisa 10% baterai


Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion biasa bisa kehilangan 30–50% kapasitas di suhu serupa, dan pengisian cepat sering dinonaktifkan demi keselamatan.


Fitur ini menjadikan Naxtra ideal untuk pasar Eropa Utara, Kanada, Rusia, dan wilayah pegunungan Asia tempat EV tradisional kerap gagal memenuhi ekspektasi pengguna.


Implikasi Global: Mengurangi Ketergantungan pada Lithium

Dengan cadangan lithium yang terkonsentrasi di segelintir negara (Chile, Australia, Tiongkok), rantai pasok global rentan terhadap gangguan geopolitik dan fluktuasi harga.


Sodium, sebaliknya, tersedia di hampir setiap negara melalui air laut atau deposit mineral. Ini membuka peluang bagi:

  • Biaya produksi baterai lebih stabil
  • Manufaktur lokal di Eropa, AS, dan Asia Tenggara
  • EV yang lebih terjangkau untuk pasar berkembang
  • Menurut analis industri, adopsi luas sodium-ion bisa menurunkan harga baterai EV hingga 20–30% dalam lima tahun ke depan.


Langkah Selanjutnya: Dari Uji Coba ke Produksi Massal

Uji coba di Changan Oshan, GAC, dan JAC adalah tahap validasi akhir sebelum peluncuran komersial. Jika hasilnya positif, CATL berencana memproduksi Naxtra secara massal pada 2026, dengan target awal di segmen:

  • Mobil perkotaan jarak menengah
  • Kendaraan fleet (taksi, logistik)
  • EV entry-level untuk pasar global


Perusahaan juga menjajaki kemitraan dengan produsen Eropa dan Korea Selatan yang ingin diversifikasi pasokan baterai.


Kesimpulan: Sodium-Ion Bukan Lagi Fiksi Ini Masa Depan yang Nyata

CATL tidak hanya menguji baterai ia sedang membangun fondasi baru untuk industri EV. Dengan kombinasi keamanan mutlak, performa ekstrem, biaya rendah, dan keberlanjutan, teknologi sodium-ion seperti Naxtra berpotensi menjadi standar baru dalam dekade mendatang.


Bagi konsumen, ini berarti mobil listrik yang lebih aman, lebih andal di musim dingin, dan lebih terjangkau. Bagi planet ini, ini berarti mobilitas yang lebih hijau tanpa eksploitasi tambang litium.


Satu hal pasti: era dominasi lithium-ion mulai bergeser. Dan CATL, sekali lagi, berada di garis depan revolusi itu.

Baterai 44 Jam + ANC Hybrid! Ini Spesifikasi Lengkap Earbud JVC HA-A110T

Baterai 44 Jam + ANC Hybrid! Ini Spesifikasi Lengkap Earbud JVC HA-A110T

Baterai 44 Jam + ANC Hybrid! Ini Spesifikasi Lengkap Earbud JVC HA-A110T

Perusahaan audio legendaris asal Jepang, Japan Victor Company (JVC), kembali memperkuat portofolionya di segmen audio personal dengan peluncuran HA-A110T, earbud nirkabel terbarunya yang menawarkan kombinasi canggih antara kualitas suara premium, kecerdasan fitur, dan daya tahan baterai luar biasa.


Dijadwalkan rilis pada awal Februari 2025 dengan harga sekitar ¥20.000 (setara US$129 atau sekitar Rp2 juta), HA-A110T hadir dalam empat pilihan warna elegan: Charcoal Black, Teal Green, Ivory Gold, dan Bronze Brown menggabungkan estetika Jepang modern dengan fungsionalitas global.


Dengan fitur unggulan seperti hybrid active noise cancelling (ANC), dukungan codec LDAC untuk audio resolusi tinggi, baterai hingga 44 jam, serta Bluetooth 6.0, JVC HA-A110T siap bersaing ketat melawan raksasa seperti Sony, Bose, dan Apple di pasar mid-range premium.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, fitur audio, daya tahan baterai, konektivitas, serta nilai unik yang ditawarkan HA-A110T bagi pecinta musik, pekerja remote, dan pengguna aktif sehari-hari.


Desain Ringan dan Tahan Percikan Air

JVC memprioritaskan kenyamanan jangka panjang tanpa mengorbankan daya tahan. Setiap earbud HA-A110T hanya seberat 5,7 gram, sedangkan casing pengisian berbobot 38,8 gram ringan untuk dibawa ke mana saja.


Desain ergonomisnya dirancang untuk pas di telinga selama berjam-jam, baik saat bekerja, berolahraga ringan, maupun bepergian. Selain itu, perangkat ini memiliki sertifikasi IPX4, yang berarti tahan terhadap percikan air dari segala arah ideal untuk penggunaan di luar ruangan atau saat hujan ringan.


Kualitas Suara Premium: Driver 10mm + Dukungan LDAC

Inti dari HA-A110T adalah driver dinamis berdiameter 10mm dengan diafragma berbahan liquid crystal polymer (LCP). Material ini dikenal sangat kaku namun ringan, sehingga mampu mengurangi distorsi dan getaran berlebih, menghasilkan suara yang lebih jernih dan detail terutama di rentang frekuensi tinggi dan midrange.


Yang membuat HA-A110T menonjol di kelasnya adalah dukungan penuh terhadap codec LDAC, teknologi audio nirkabel berkecepatan tinggi dari Sony yang mampu mentransmisikan audio resolusi tinggi hingga 96 kHz/24-bit. Ini berarti pengguna dengan perangkat Android kompatibel (seperti flagship Samsung, Sony, atau Google Pixel) bisa menikmati kualitas suara mendekati lossless sesuatu yang jarang ditemukan di earbud seharga Rp2 jutaan.


Selain LDAC, HA-A110T juga mendukung:

  • SBC (standar universal)
  • AAC (optimal untuk pengguna iPhone)
  • Hybrid Active Noise Cancelling dengan Dua Mikrofon per Earbud


Fitur ANC pada HA-A110T menggunakan sistem hybrid, yang menggabungkan mikrofon feedforward (di luar) dan feedback (di dalam) untuk menangkap dan menetralisir kebisingan dari berbagai sumber.


Dengan dua mikrofon di setiap earbud, sistem ini efektif meredam suara latar seperti:

  • Suara mesin pesawat atau kereta
  • Suara AC atau kantor
  • Kebisingan jalanan saat berkendara
  • Untuk situasi di mana Anda ingin tetap waspada, HA-A110T menyediakan:
  • Ambient Sound Mode: memperkuat suara lingkungan


Sidetone Mode: memungkinkan Anda mendengar suara sendiri saat berbicara sangat berguna untuk panggilan suara agar tidak berteriak


Baterai Luar Biasa: Hingga 44 Jam Total, Termasuk Casing

Salah satu daya tarik utama HA-A110T adalah daya tahan baterainya yang luar biasa:


Mode
Earbud
Casing
Total
ANC Mati
17 jam
+27 jam
44 jam
ANC Nyala
13 jam
+21 jam
34 jam


Selain itu, fitur quick charge memungkinkan pengisian 10 menit untuk mendapatkan 125 menit (lebih dari 2 jam) pemutaran sangat praktis saat buru-buru.


Casing pengisian juga mendukung Qi wireless charging, sehingga Anda bisa mengisi daya cukup dengan meletakkannya di atas charging pad tanpa perlu mencari kabel.


Bluetooth 6.0, Dual Device, dan Mode Gaming

HA-A110T menjadi salah satu earbud pertama yang menggunakan Bluetooth 6.0 standar terbaru yang menawarkan:

  • Jangkauan lebih luas
  • Konsumsi daya lebih rendah
  • Stabilitas koneksi lebih baik


Dengan Power Class 1 output, sinyal Bluetooth tetap kuat bahkan di jarak jauh atau di area ramai.


Fitur lain yang sangat berguna:

  • Dual-device pairing: terhubung ke dua perangkat sekaligus (misalnya laptop + ponsel)
  • Low-latency mode: mengurangi delay hingga minimal, ideal untuk menonton video atau bermain game
  • Wind noise reduction: algoritma khusus untuk mengurangi suara angin saat berada di luar ruangan
  • Aplikasi Victor Headphones: Kendali Penuh di Ujung Jari


Melalui aplikasi Victor Headphones, pengguna bisa:

  • Memilih dari 5 mode suara preset: Flat, Bass, Clear, Dynamic, Vocal
  • Menyesuaikan equalizer manual sesuai preferensi
  • Memetakan ulang fungsi tombol sentuh (misalnya ganti ANC ↔ Ambient)
  • Memeriksa status baterai
  • Melakukan pembaruan firmware secara over-the-air

Aplikasi ini tersedia untuk iOS dan Android, dengan antarmuka intuitif dan responsif.


Fitur Panggilan & Kolaborasi Online

HA-A110T tidak hanya untuk mendengarkan musik ia juga dioptimalkan untuk komunikasi profesional:

  • Mikrofon ganda dengan AI noise suppression
  • Tombol cepat untuk mute/unmute mikrofon selama rapat Zoom, Teams, atau Google Meet
  • Sidetone untuk kontrol volume suara sendiri


Ini menjadikannya pilihan ideal bagi pekerja hybrid, freelancer, atau mahasiswa yang sering mengikuti kelas daring.


Kesimpulan: Earbud Mid-Range dengan Nilai Premium

Dengan harga sekitar Rp2 juta, JVC HA-A110T menawarkan fitur yang biasanya hanya ditemukan di earbud premium seharga Rp3–4 juta. Kombinasi LDAC, ANC hybrid, baterai 44 jam, Bluetooth 6.0, dan aplikasi lengkap menjadikannya salah satu opsi paling menarik di awal 2025.


Bagi pencinta audio yang menginginkan kualitas tinggi tanpa merogoh kocek terlalu dalam, HA-A110T layak masuk daftar pertimbangan utama terutama jika Anda menggunakan perangkat Android yang mendukung LDAC.


JVC membuktikan sekali lagi bahwa warisan audio Jepang masih relevan di era nirkabel modern. Dan HA-A110T adalah bukti nyatanya. 

Xiaomi Rilis Monitor Gaming Mini LED G Pro 27Qi 2026: 180Hz, 2K, 2.000 Nits!

Xiaomi Rilis Monitor Gaming Mini LED G Pro 27Qi 2026: 180Hz, 2K, 2.000 Nits!

Xiaomi Rilis Monitor Gaming Mini LED G Pro 27Qi 2026: 180Hz, 2K, 2.000 Nits!

Xiaomi kembali mengguncang industri display dengan peluncuran Mini LED Gaming Monitor G Pro 27Qi 2026, monitor gaming terbarunya yang menggabungkan teknologi canggih, performa visual luar biasa, dan desain ergonomis premium. Meski diluncurkan secara diam-diam, perangkat ini langsung mencuri perhatian komunitas gamer dan profesional kreatif berkat spesifikasi yang menyaingi merek premium dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Monitor ini pertama kali muncul di situs global Xiaomi pada awal Desember 2025 dan kini telah resmi dijual di Australia, menjadi pasar pertama yang mengonfirmasi ketersediaannya. Dibanderol AUD 699 (sekitar Rp7,2 juta) atau AUD 499 (sekitar Rp5,1 juta) selama promo awal G Pro 27Qi 2026 menawarkan nilai luar biasa bagi siapa saja yang menginginkan pengalaman visual tingkat atas tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Artikel ini mengupas tuntas fitur utama, teknologi Mini LED, performa HDR, desain ergonomis, dan posisi strategis Xiaomi dalam persaingan pasar monitor gaming global.

Spesifikasi Inti: Panel Fast IPS 27 Inci dengan Resolusi QHD

Xiaomi G Pro 27Qi 2026 menggunakan panel Fast IPS berukuran 27 inci dengan resolusi 2560 × 1440 (QHD) dan rasio aspek 16:9 standar emas untuk gaming dan konten kreatif saat ini. Panel ini dirancang untuk menggabungkan kecepatan respons tinggi dengan akurasi warna profesional.

Keunggulan utamanya terletak pada teknologi backlighting:

  • 1.152 zona dimming lokal
  • Mesin global dimming eksklusif Xiaomi
  • Algoritma dimming lokal berpemilik
  • AI Scene Recognition untuk penyesuaian dinamis

Kombinasi ini memungkinkan monitor menampilkan kontras ekstrem dari hitam pekat hingga sorotan terang tanpa blooming atau halo effect yang umum terjadi pada monitor Mini LED murah.

Performa Gaming: 180Hz, 1ms GTG, dan Dukungan AMD FreeSync

Untuk gamer kompetitif, kecepatan adalah segalanya. G Pro 27Qi 2026 hadir dengan:

  • Refresh rate 180Hz – lebih halus dari standar 144Hz
  • Response time 1ms (GTG) – minim ghosting dan motion blur
  • AMD FreeSync – sinkronisasi GPU untuk hindari screen tearing
  • VRR (Variable Refresh Rate) – adaptif terhadap frame rate game

Hasilnya? Gerakan dalam game FPS, racing, atau MOBA terasa sangat responsif dan stabil, bahkan di adegan paling intens sekalipun.

HDR1000 & Kecerahan 2.000 Nits: Visual yang Mendekati Nyata

Salah satu sorotan terbesar dari monitor ini adalah performa HDR-nya. Xiaomi mengklaim:

  • Kecerahan puncak hingga 2.000 nits
  • Reproduksi detail gelap hingga 0.0001 nits
  • Sertifikasi HDR1000 – salah satu standar HDR tertinggi di industri

Dengan kemampuan ini, adegan malam dalam game seperti Cyberpunk 2077 atau film HDR di Netflix akan menampilkan ledakan cahaya yang dramatis sekaligus detail bayangan yang tetap terlihat sesuatu yang jarang ditemukan di bawah harga Rp10 juta.

Akurasi Warna Profesional: 10-Bit, ∆E <1, dan Cakupan Warna Luas

Meski ditujukan untuk gaming, G Pro 27Qi 2026 juga cocok untuk desainer grafis, fotografer, dan editor video berkat:

  • 10-bit colour depth (1.07 miliar warna)

Cakupan warna:

  • 100% sRGB
  • 99% DCI-P3
  • 99% Adobe RGB


Kalibrasi pabrik dengan ∆E <1 – akurasi warna hampir sempurna

Nilai ∆E di bawah 1 berarti perbedaan warna antara tampilan dan realitas nyaris tak terlihat oleh mata manusia standar yang biasanya hanya ditemukan di monitor profesional kelas atas.

  • Desain Ergonomis & Fitur Pengguna yang Cerdas
  • Xiaomi tidak melupakan kenyamanan pengguna. Monitor ini hadir dengan:
  • Bezel tipis di tiga sisi – ideal untuk multi-monitor setup
  • Lampu latar belakang RGB – efek ambient yang bisa disesuaikan

Dudukan hexagonal dengan penyesuaian penuh:

  • Tinggi: hingga 120 mm
  • Tilt: -5° hingga +21°
  • Swivel: ±35°
  • Pivot: 90° untuk mode portrait
  • Dudukan headphone yang bisa ditarik – solusi rapi untuk gamer
  • Dukungan VESA 75×75mm – kompatibel dengan lengan monitor eksternal

Konektivitas Lengkap untuk Multi-Device Setup

Port yang tersedia:

  • 2 × HDMI 2.0
  • 2 × DisplayPort 1.4
  • Audio jack 3.5mm
  • DC power input

Konfigurasi ini memungkinkan pengguna menghubungkan PC gaming, konsol (PS5/Xbox), laptop, dan perangkat streaming secara bergantian tanpa perlu colok-copot kabel terus-menerus.

Konsumsi daya monitor ini tercatat 65W, cukup efisien mengingat kecerahan dan teknologi Mini LED-nya.

Harga & Ketersediaan: Australia Jadi Pintu Masuk Global

  • Harga normal: AUD 699 (~Rp7,2 juta)
  • Harga promo awal: AUD 499 (~Rp5,1 juta)
  • Pasar pertama: Australia

Ketersediaan global: Belum dikonfirmasi, tapi kemungkinan besar akan menyusul ke Asia Tenggara dan Eropa dalam beberapa bulan ke depan

Dengan harga di bawah Rp6 juta selama promo, G Pro 27Qi 2026 menjadi salah satu opsi Mini LED paling terjangkau dengan spesifikasi flagship mengancam dominasi merek seperti ASUS, LG, dan MSI di segmen mid-high.

Kesimpulan: Xiaomi Mengubah Aturan Main di Pasar Monitor Gaming

Dengan G Pro 27Qi 2026, Xiaomi bukan hanya meluncurkan produk ia mengirim pesan kuat: teknologi premium harus bisa diakses semua orang.

Monitor ini menggabungkan performa gaming kelas kompetitif, akurasi warna profesional, dan visual HDR yang memukau semua dalam satu paket yang harganya setengah dari kompetitor. Bagi gamer, kreator konten, atau pekerja hybrid yang menginginkan layar serbaguna, G Pro 27Qi 2026 layak menjadi pilihan utama di 2026.

Satu hal yang pasti: era Mini LED murah telah dimulai, dan Xiaomi berada di garis depan.

Tak Terduga! OPPO Find X5 Pro Resmi Dapat Android 16, Padahal Sudah Tak Didukung

Tak Terduga! OPPO Find X5 Pro Resmi Dapat Android 16, Padahal Sudah Tak Didukung

Tak Terduga! OPPO Find X5 Pro Resmi Dapat Android 16, Padahal Sudah Tak Didukung

Dalam langkah yang mengejutkan komunitas pengguna, OPPO secara resmi merilis pembaruan ColorOS 16 berbasis Android 16 untuk Find X5 Pro, dimulai dari Indonesia pada 29 Januari 2026. Ini adalah kabar luar biasa mengingat ponsel ini diluncurkan pada 2022 dengan Android 12 dan secara resmi hanya dijanjikan dukungan hingga Android 15.

Keputusan OPPO untuk memperpanjang siklus pembaruan perangkat keras flagship-nya menunjukkan komitmen yang lebih besar terhadap pengalaman pengguna jangka panjang sekaligus menjadi sinyal kuat dalam persaingan industri smartphone yang semakin ketat dalam hal software support.

Artikel ini mengupas tuntas apa itu ColorOS 16, fitur-fitur utamanya, syarat teknis penerimaan update, serta implikasi strategis dari keputusan OPPO yang melampaui janji awalnya.

Update Tak Terduga: Android 16 untuk Perangkat yang “Sudah Pensiun”

Find X5 Pro awalnya termasuk dalam daftar perangkat OPPO yang akan menerima tiga generasi pembaruan OS utama:

  • Android 12 (saat peluncuran)
  • Android 13
  • Android 14
  • Android 15 (pembaruan terakhir yang dijanjikan)

Namun, kini OPPO melampaui komitmen tersebut dengan menghadirkan Android 16 sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh vendor selain Google atau Samsung untuk flagship lawas.

Rollout dimulai di Indonesia sebagai negara pertama, menandai awal dari peluncuran global bertahap. OPPO menyatakan bahwa pengguna di wilayah lain akan mendapatkan akses secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

Syarat Teknis: Hanya untuk Firmware Tertentu

Pembaruan ini bukan untuk semua pengguna Find X5 Pro. OPPO menetapkan syarat ketat:

  • Model: CPH2305 (Find X5 Pro global)
  • Firmware saat ini: CPH2305_16.0.3.500(EX01)
  • Tanggal pembukaan aplikasi update: 29 Januari 2026

Jika perangkat Anda masih menjalankan versi firmware yang lebih lama, sistem tidak akan mendeteksi pembaruan ini. Pengguna disarankan memeriksa Pengaturan > Tentang Ponsel > Versi Perangkat Lunak untuk memastikan kelayakan.

OPPO juga menyarankan pencadangan data penting sebelum memulai proses instalasi, karena sistem akan menjalankan optimasi latar belakang setelah pembaruan yang dapat menyebabkan pemanasan sementara, peningkatan konsumsi baterai, atau lag ringan selama 24–48 jam pertama.

Fitur Utama ColorOS 16: Lebih Cerdas, Lebih Cepat, Lebih Halus

ColorOS 16 bukan sekadar skin Android ia adalah revisi menyeluruh terhadap pengalaman pengguna OPPO, dengan fokus pada tiga pilar: kinerja, stabilitas, dan integrasi AI.

1. Mesin Rendering Baru: Luminous & Trinity Engine

OPPO memperkenalkan Luminous Rendering Engine yang bekerja bersama Trinity Engine yang ditingkatkan. Hasilnya:

  • Peningkatan stabilitas sistem hingga 37%
  • Animasi lebih halus bahkan di perangkat mid-range
  • Waktu respons aplikasi lebih cepat

2. Flux Home Screen: Antarmuka yang Lebih Adaptif

Tampilan beranda kini lebih dinamis berkat Flux Home Screen, yang memungkinkan:

  • Ikon yang bisa diubah ukurannya (resizable)
  • Penyesuaian otomatis terhadap tata letak
  • Transisi visual yang lebih alami antar elemen UI

3. Always On Display Penuh Layar

Fitur Always On Display (AOD) kini menggunakan seluruh layar dan langsung bertransisi ke lock screen saat pengguna menyentuh layar menciptakan pengalaman unlock yang mulus dan imersif.

Integrasi AI yang Lebih Dalam: Dari Produktivitas hingga Kreativitas

ColorOS 16 menandai lompatan besar dalam penerapan AI di perangkat OPPO:


AI Mind Space

Sebuah pusat digital untuk mengumpulkan, mengatur, dan mengingat informasi penting seperti catatan, kutipan, atau ide dengan dukungan pencarian kontekstual dan pengelompokan otomatis.


AI Portrait Glow & Master Cut

Alat pengeditan foto/video berbasis AI yang:

  • Secara otomatis meningkatkan pencahayaan wajah (Portrait Glow)
  • Memotong objek dari latar belakang dengan presisi tinggi (Master Cut)
  • Tidak memerlukan penyesuaian manual


Integrasi Google Gemini

ColorOS 16 menawarkan integrasi lebih erat dengan Google Gemini, memungkinkan asisten AI membantu dalam tugas sehari-hari seperti menulis email, meringkas artikel, atau menjadwalkan acara langsung dari sistem.


Konektivitas Lintas Platform: Windows, Mac, Bahkan iOS

OPPO memperkuat ekosistem lintas perangkat melalui:

  • O Plus Connect: sinkronisasi file, notifikasi, dan clipboard antara OPPO dan PC (Windows/Mac)
  • Touch to Share yang Diperbarui: transfer file ke perangkat iOS kini lebih mudah cukup sentuhkan dua perangkat
  • Private Computing Cloud: tugas AI sensitif (seperti pengenalan wajah atau analisis dokumen pribadi) diproses di lingkungan aman, tanpa meninggalkan perangkat atau dikirim ke server publik


Peringatan Kompatibilitas: Waspadai Aplikasi Pihak Ketiga

Meski ColorOS 16 adalah rilis stabil, OPPO mengingatkan bahwa beberapa aplikasi pihak ketiga mungkin belum kompatibel dengan Android 16. Pengembang perlu memperbarui aplikasi mereka untuk memenuhi persyaratan privasi dan keamanan baru di Android 16.

Pengguna disarankan:

  • Memperbarui semua aplikasi via Google Play Store sebelum update
  • Menghindari modifikasi sistem (root, custom ROM)
  • Melaporkan bug melalui aplikasi Feedback di pengaturan


Mengapa Ini Penting? OPPO vs Industri Smartphone

Langkah OPPO memberikan Android 16 ke Find X5 Pro yang secara teknis sudah “habis masa dukungannya” adalah pernyataan strategis. Di tengah tekanan konsumen untuk dukungan perangkat lebih lama, OPPO menunjukkan bahwa ia bersedia melampaui janji awal demi loyalitas pengguna.

Ini juga menjadi daya tarik pemasaran yang kuat: siapa pun yang membeli flagship OPPO kini bisa berharap mendapatkan satu tahun tambahan dukungan OS sesuatu yang bahkan belum dijamin oleh banyak merek lain.


Kesimpulan: Hadiah Tak Terduga untuk Pengguna Setia

ColorOS 16 bukan hanya pembaruan ia adalah penghargaan bagi pengguna yang tetap setia pada Find X5 Pro. Dengan peningkatan performa, antarmuka yang lebih cerdas, dan integrasi AI yang matang, OPPO berhasil memberikan pengalaman flagship modern pada perangkat 4 tahun.

Bagi pemilik Find X5 Pro di Indonesia: periksa pembaruan sekarang. Dan bagi calon pembeli smartphone: ini adalah bukti bahwa OPPO serius soal dukungan jangka panjang bukan hanya spesifikasi saat peluncuran.

Catatan: Pembaruan ini hanya tersedia untuk model global (CPH2305). Versi China (PGAM10) mungkin menerima pembaruan berbeda melalui sistem HeyTap OS.

Rilis Resmi! PC Gaming Alienware Area-51 dengan Ryzen 9000X3D, Harga Tembus $7.600

Rilis Resmi! PC Gaming Alienware Area-51 dengan Ryzen 9000X3D, Harga Tembus $7.600

Rilis Resmi! PC Gaming Alienware Area-51 dengan Ryzen 9000X3D, Harga Tembus $7.600

Alienware resmi membuka pemesanan untuk Area-51 desktop gaming terbarunya, yang kini ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 9000X3D series salah satu chipset desktop paling canggih di dunia saat ini. Setelah pertama kali diperkenalkan di CES 2025, konfigurasi lengkap PC gaming flagship ini kini tersedia melalui toko online resmi Dell, dengan harga mulai dari $3.349 hingga $7.599 untuk versi puncak.

Dirancang untuk para enthusiast, streamer, dan gamer profesional, Area-51 generasi terbaru bukan hanya soal kecepatan tapi juga desain termal revolusioner, ekspansi tak tertandingi, dan estetika RGB futuristik yang menjadi ciri khas Alienware.

Artikel ini mengupas tuntas konfigurasi, inovasi pendinginan, kompatibilitas hardware, dan nilai performa dari salah satu desktop gaming paling ambisius tahun ini.

Konfigurasi yang Tersedia: Dari Entry-Level Enthusiast hingga Beast Ultimate

Alienware menawarkan berbagai tier konfigurasi untuk menyesuaikan kebutuhan dan anggaran pengguna:

  • Versi Dasar – $3,349 (Setelah Diskon)
  • Prosesor: AMD Ryzen 7 9700X
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 5070
  • RAM: 32GB DDR5
  • Penyimpanan: 1TB SSD NVMe

Cocok untuk gamer high-end yang ingin performa 1440p/4K tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

  • Versi Puncak – $7,599
  • Prosesor: AMD Ryzen 9 9950X3D (16-core, 144MB cache)
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 5090 (32GB GDDR7)
  • RAM: 64GB DDR5-6400
  • Penyimpanan: Hingga 8TB SSD

Konfigurasi ini ditujukan untuk content creator, AI developer, dan gamer 8K yang membutuhkan daya pemrosesan ekstrem.

Desain Termal Revolusioner: 13% Lebih Dingin, 45% Lebih Senyap

Salah satu inovasi paling mencolok dari Area-51 2025 adalah sistem aliran udara bertekanan positif. Berbeda dari desain konvensional yang mengandalkan hisapan pasif, sistem ini secara aktif menarik udara dingin dari depan dan samping, lalu mengeluarkan panas melalui ventilasi pasif di bagian belakang.

Menurut Alienware, pendekatan ini memberikan:

  • 13% suhu lebih rendah dibanding desain sebelumnya
  • 45% lebih senyap saat beban penuh
  • 25% peningkatan aliran udara

Hingga 50% lebih banyak daya pemrosesan dibanding PC gaming lima tahun lalu

  • Volume casing mencapai 80,5 liter, memberikan ruang luas untuk komponen besar dan pendingin cair berukuran hingga 420mm (dengan upgrade opsional).
  • Dukungan Hardware Kelas Server: X870E, PCIe Gen5, dan RAM DDR5-6400

Motherboard Area-51 menggunakan chipset AMD X870E, yang dirancang khusus untuk seri Ryzen 9000. Fitur utamanya meliputi:

  • Desain VRM 10+2+2 phase untuk stabilitas daya ekstrem
  • Dukungan PCIe Gen5 untuk GPU dan SSD tercepat
  • Kompatibilitas RAM DDR5 hingga 64GB pada kecepatan 6400 MT/s

Sistem ini mendukung seluruh jajaran Ryzen 9000 desktop, termasuk:

  • Ryzen 7 9800X3D
  • Ryzen 9 9900X3D
  • Ryzen 9 9950X3D (16-core, 144MB 3D V-Cache)

Untuk GPU, Area-51 mampu menampung kartu grafis sepanjang 450mm dan setebal empat slot, menjadikannya kompatibel dengan hampir semua GPU high-end saat ini termasuk RTX 5090 yang sangat besar.

GPU dan Daya: Siap untuk RTX 50-Series dan Beban 600W

Alienware Area-51 mendukung seluruh lini NVIDIA GeForce RTX 50-series, dari RTX 5070 hingga RTX 5090 dengan memori GDDR7 hingga 32GB. Sistem ini dirancang untuk menangani:

  • Daya CPU hingga 200W+
  • Daya GPU hingga 600W
  • Pilihan PSU mencakup:
  • 850W Gold-rated ATX12VO
  • 1500W Platinum-rated ATX12VO (untuk konfigurasi puncak)

Arsitektur ATX12VO (12V-only) meningkatkan efisiensi daya dan mengurangi kompleksitas kabel langkah maju dalam desain PSU modern.

Penyimpanan Fleksibel: Hingga 12TB dengan 6 Slot Drive

Area-51 menawarkan fleksibilitas penyimpanan luar biasa:

  • 3 slot M.2 NVMe PCIe Gen5
  • 3 bay tambahan untuk drive 2.5” dan 3.5”
  • Total kapasitas bisa mencapai 12TB, ideal untuk koleksi game, library video 8K, atau dataset AI.
  • Konektivitas Masa Depan: Wi-Fi 7, USB4, dan Bluetooth 5.4

Perangkat ini dilengkapi konektivitas generasi terbaru:

  • MediaTek Wi-Fi 7 (kecepatan hingga 5.8 Gbps)
  • Bluetooth 5.4 (latensi ultra-rendah untuk perangkat input)
  • 2.5G Ethernet
  • USB4 Type-C (transfer data hingga 40 Gbps, dukungan DisplayPort Alt Mode)
  • Port USB-A 3.2 Gen 2 di depan dan belakang
  • Estetika dan Pengalaman Pengguna: RGB, Kaca Tempered, dan Panduan QR

Alienware tidak melupakan sisi estetika. Casingnya dilengkapi:

  • Panel samping kaca tempered
  • 7 zona pencahayaan AlienFX RGB yang dapat diprogram via aplikasi Alienware Command Center

Fitur unik lainnya: kode QR di dalam chassis yang mengarahkan pengguna ke video panduan resmi untuk upgrade RAM, SSD, atau GPU mempermudah pemeliharaan tanpa perlu manual fisik.

Kesimpulan: Flagship Gaming PC yang Layak Investasi

Alienware Area-51 dengan Ryzen 9000X3D bukan sekadar PC gaming ia adalah pernyataan teknologi. Dengan kombinasi prosesor 3D V-Cache terbaik AMD, GPU RTX 5090, pendinginan canggih, dan desain modular masa depan, sistem ini dirancang untuk bertahan 5–7 tahun ke depan tanpa perlu upgrade besar.

Meski harganya premium, nilai yang ditawarkan terutama pada versi mid-range sangat kompetitif dibanding rakitan custom dengan spesifikasi serupa. Bagi mereka yang menginginkan performa maksimal, estetika premium, dan dukungan resmi Dell, Area-51 2025 layak menjadi pilihan utama.

Tersedia sekarang di Dell.com/Alienware   dengan garansi global dan layanan dukungan 24/7.