Featured Post

Recommended

Realme Neo8 Resmi Meluncur: Snapdragon 8 Gen 5 + Desain RGB Transparan!

Realme sekali lagi mengguncang pasar smartphone global dengan peluncuran Realme Neo8 di Tiongkok pada Januari 2026. Sebagai penutup seri Neo...

Realme Neo8 Resmi Meluncur: Snapdragon 8 Gen 5 + Desain RGB Transparan!

Realme Neo8 Resmi Meluncur: Snapdragon 8 Gen 5 + Desain RGB Transparan!

Realme Neo8 Resmi Meluncur: Snapdragon 8 Gen 5 + Desain RGB Transparan!

Realme sekali lagi mengguncang pasar smartphone global dengan peluncuran Realme Neo8 di Tiongkok pada Januari 2026. Sebagai penutup seri Neo tahun ini, ponsel ini hadir sebagai flagship gaming paling agresif dari Realme baik dari segi performa, fitur, maupun harga.


Dibanderol mulai 2.399 yuan (sekitar Rp5,2 juta), Realme Neo8 menawarkan spesifikasi yang biasanya hanya ditemukan di perangkat premium seharga dua kali lipat. Dengan chipset Snapdragon 8 Gen 5 terbaru, baterai raksasa 8000mAh, desain punggung transparan dengan lampu RGB, dan sistem pendingin canggih, Realme Neo8 siap menjadi pesaing serius bagi para gamer mobile dan pengguna teknologi yang menginginkan performa tanpa kompromi.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, fitur unggulan, inovasi desain, serta posisi strategis Realme Neo8 dalam persaingan pasar smartphone global 2026.


Performa Flagship: Snapdragon 8 Gen 5, LPDDR5X, dan UFS 4.1

Di jantung Realme Neo8 tersemat Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5, chipset 4nm tercanggih yang dirilis awal 2026. Ditenagai oleh arsitektur CPU ARM generasi terbaru dan GPU Adreno yang lebih efisien, chipset ini menjanjikan:


  • Peningkatan performa hingga 35% dibanding generasi sebelumnya
  • Efisiensi daya 20% lebih baik
  • Dukungan AI generasi berikutnya untuk fotografi, gaming, dan asisten virtual

Chipset ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X generasi terbaru memori cepat dengan bandwidth lebih tinggi dan penyimpanan UFS 4.1, yang mampu mencapai kecepatan baca hingga 4.300 MB/s. Kombinasi ini menjadikan Neo8 salah satu ponsel tercepat di dunia saat ini.


Gaming Tanpa Batas: 165Hz, GT Engine, dan PC Handheld Mode

Realme Neo8 dirancang khusus untuk gamer hardcore. Fitur utamanya meliputi:


1. Native 165Hz di 30+ Game Populer

Realme mengonfirmasi dukungan refresh rate 165Hz asli (bukan interpolasi) di lebih dari 30 judul game, termasuk PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, dan Genshin Impact. Ini memberikan responsivitas ultra-halus dan keunggulan kompetitif di game FPS.


2. GT Performance Engine

Mesin perangkat lunak eksklusif ini mengoptimalkan alokasi sumber daya sistem secara real-time, mengurangi thermal throttling, dan memprioritaskan bandwidth jaringan untuk gaming online.


3. PC Handheld Mode

Mode baru ini memungkinkan pengguna menghubungkan Neo8 ke monitor eksternal dan mengontrol game menggunakan controller Bluetooth mengubah ponsel menjadi konsol genggam berbasis Android.


4. Sistem Pendingin Aliran Udara Tinggi

Dengan ruang uap besar dan saluran udara multi-layer, Neo8 mampu menurunkan suhu CPU hingga 8°C selama sesi gaming intensif.


Layar Samsung Sky Screen: 165Hz, 6500 Nits, dan Perlindungan Mata

Realme Neo8 menggunakan panel eksklusif dari Samsung bernama Sky Screen, yang menawarkan:


  • Refresh rate 165Hz dengan touch sampling rate instan 3800Hz respons tercepat di industri
  • Kecerahan puncak lokal hingga 6500 nits, memastikan visibilitas sempurna bahkan di bawah sinar matahari langsung
  • Sertifikasi eye-care ganda: bebas flicker + filter cahaya biru berbasis perangkat keras

Panel ini juga mendukung HDR10+, DCI-P3 wide color gamut, dan akurasi warna ΔE < 1, menjadikannya ideal tidak hanya untuk gaming, tetapi juga untuk menonton konten premium.


Desain Futuristik: Punggung Transparan dengan Lampu RGB yang Bisa Dikustom

Salah satu sorotan utama Realme Neo8 adalah desain belakang transparan yang memperlihatkan struktur internal estetika dilengkapi modul lampu RGB yang bisa dikustom melalui aplikasi Realme UI 7.0.


Fitur ini memungkinkan pengguna:


  • Mengatur warna, pola, dan animasi cahaya
  • Menyinkronkan lampu dengan notifikasi, musik, atau game
  • Memilih mode “stealth” untuk tampilan minimalis

Rangka logam memberikan kesan premium, sementara bodi tetap ringan berkat material komposit canggih.


Baterai 8000mAh dengan Bypass Charging & Kompatibilitas Universal

Dengan baterai 8000mAh, Realme Neo8 menjanjikan:


  • 2 hari pemakaian normal
  • 8+ jam gaming nonstop

Fitur unggulan termasuk:


  • Bypass charging: saat di-charge, daya mengalir langsung ke sistem, bukan ke baterai mengurangi panas dan memperpanjang usia baterai selama sesi gaming panjang
  • Dukungan pengisian universal: UFCS, Power Delivery (PD), PPS, dan Quick Charge (QC) kompatibel dengan hampir semua power bank dan charger di pasaran

Sayangnya, Realme belum mengungkap kecepatan pengisian maksimal, tetapi kemungkinan besar berada di kisaran 80–100W.


Kamera Dual 50MP: OIS + Periskop dengan Zoom 120x

Meski fokus pada gaming, Realme Neo8 tidak mengorbankan fotografi:


  • Kamera utama: 50MP Sony IMX896 dengan sensor besar, OIS, dan algoritma AI canggih
  • Kamera telefoto periskop: 50MP dengan zoom optik 3,5x, lossless 7x, dan digital zoom hingga 120x

Kedua lensa mendukung perekaman video 4K/60fps, HDR, dan mode malam yang dioptimalkan untuk kondisi cahaya rendah.


Ketahanan Ekstrem: IP66, IP68, dan IP69 dalam Satu Perangkat

Realme Neo8 adalah salah satu dari sedikit smartphone yang memiliki tiga sertifikasi ketahanan sekaligus:


  • IP66: tahan semburan air bertekanan
  • IP68: tahan rendaman hingga 1,5 meter selama 30 menit
  • IP69: tahan pembersihan uap panas dan tekanan tinggi (biasanya digunakan di industri otomotif dan medis)

Ini menjadikannya ponsel paling tangguh di kelasnya, cocok untuk petualang, pekerja lapangan, atau pengguna aktif.


Fitur Tambahan: Ultrasonic Fingerprint, Audio Premium, dan Lebih Banyak

  • Sensor sidik jari ultrasonik 3D: lebih aman dan akurat daripada optical fingerprint
  • Speaker stereo ganda dengan tuning Dolby Atmos
  • Motor linier sumbu-X: getaran haptik presisi tinggi untuk gaming dan notifikasi
  • NFC + Infrared remote: bisa jadi remote TV, AC, dll
  • Sky Communication System: meningkatkan stabilitas sinyal di area padat atau bergerak cepat


Harga dan Ketersediaan

  • Harga mulai: 2.399 yuan (~Rp5,2 juta)
  • Varian: Belum diumumkan, tapi kemungkinan tersedia dalam RAM 8/12/16GB
  • Penjualan: Sudah tersedia di Tiongkok via toko online & offline
  • Peluncuran global: Diperkirakan Februari–Maret 2026


Kesimpulan: Flagship Gaming Terbaik di Bawah Rp6 Juta?

Realme Neo8 bukan sekadar ponsel ia adalah pernyataan teknologi. Dengan menggabungkan chipset terkini, baterai raksasa, desain futuristik, dan fitur gaming mutakhir, Realme berhasil menciptakan perangkat yang menggoyang harga pasar global.


Jika versi global hadir dengan harga serupa, Realme Neo8 berpotensi menjadi smartphone gaming terlaris 2026 dan standar baru untuk apa yang bisa diharapkan dari flagship terjangkau.


Bagi gamer, content creator, atau siapa pun yang menginginkan performa ekstrem tanpa membayar premium, Realme Neo8 layak masuk daftar prioritas utama.

Realme Buds Air8 Hadir dengan ANC 55dB & Baterai 58 Jam!

Realme Buds Air8 Hadir dengan ANC 55dB & Baterai 58 Jam!

Realme Buds Air8 Hadir dengan ANC 55dB & Baterai 58 Jam!

Realme kembali memperkuat dominasinya di segmen audio nirkabel dengan peluncuran Realme Buds Air8 pada 22 Januari 2026. Earbuds ini diperkenalkan bersamaan dengan smartphone andalan terbarunya, Realme Neo8, dalam acara peluncuran resmi di Tiongkok. Dengan harga mulai 299 yuan (sekitar Rp650 ribu) dan opsi bundling serendah 239 yuan (sekitar Rp520 ribu) Buds Air8 menawarkan spesifikasi yang biasanya hanya ditemukan di perangkat premium.


Dari Active Noise Cancellation (ANC) hingga 55dB, baterai tahan 58 jam, hingga fitur AI terjemahan real-time, Realme Buds Air8 hadir sebagai pesaing serius bagi TWS (True Wireless Stereo) dari Apple, Samsung, dan Xiaomi. Artikel ini mengupas tuntas fitur unggulan, teknologi audio, keunggulan praktis, serta nilai yang ditawarkan oleh earbuds terbaru ini.


Desain Elegan dengan Tiga Pilihan Warna Premium

Realme Buds Air8 hadir dalam tiga varian warna yang disebut “Master Series”:


  • Master Black – elegan dan minimalis
  • Master Gold – mewah dan modern
  • Master Purple – stylish dan unik

Desainnya mengikuti tren ergonomis terkini, dengan bentuk yang nyaman untuk pemakaian jangka panjang. Casing pengisian juga kompak dan ringan, cocok dibawa ke mana saja ideal untuk pengguna urban, pelajar, hingga pekerja remote.


ANC 55dB: Teknologi Peredam Bising Terdalam di Kelasnya

Salah satu sorotan utama Buds Air8 adalah Active Noise Cancellation hingga 55dB, yang Realme sebut sebagai “deep-sea ANC”. Teknologi ini mampu meredam suara gangguan hingga frekuensi 5000Hz, mencakup:


  • Suara mesin pesawat atau kereta
  • Suara AC atau kipas angin
  • Obrolan latar di kafe atau kantor

Dengan cakupan frekuensi yang luas, ANC Buds Air8 tidak hanya efektif untuk frekuensi rendah (seperti mesin), tetapi juga frekuensi menengah seperti suara manusia sesuatu yang masih jarang di TWS kelas menengah.


Selain itu, sistem enam mikrofon dikombinasikan dengan algoritma AI untuk peredaman suara saat panggilan, memastikan suara Anda tetap jernih meski berada di lingkungan bising.


Audio Premium: Dual-Driver, Hi-Res, dan Codec LHDC 5.0

Untuk urusan kualitas suara, Realme tidak main-main. Buds Air8 menggunakan konfigurasi dual-driver:


  • Driver dinamis 11mm untuk bass yang dalam dan kuat
  • Driver planar 6mm untuk mid dan high yang detail dan presisi

Kombinasi ini menghasilkan suara bertingkat (layered) dengan resolusi tinggi cocok untuk pecinta musik, podcast, hingga film.


Perangkat ini juga telah mendapatkan sertifikasi Hi-Res Audio Wireless, dan mendukung codec LHDC 5.0 salah satu standar audio nirkabel paling canggih saat ini. LHDC 5.0 mampu mentransmisikan audio hingga 1 Mbps dengan latensi rendah dan kualitas mendekati lossless, jauh melampaui AAC atau SBC biasa.


Fitur Cerdas: AI Terjemahan & Mode Gaming 45ms

Realme Buds Air8 bukan hanya soal suara ia juga pintar. Dua fitur AI unggulan yang disematkan:


1. AI Real-Time Translation

Saat mendengarkan konten asing (misalnya video YouTube atau podcast), Buds Air8 bisa menerjemahkan ucapan secara real-time ke bahasa pilihan Anda langsung ke telinga.


2. AI Call Translation

Dalam panggilan internasional, fitur ini menerjemahkan percakapan dua arah secara instan, memudahkan komunikasi lintas bahasa tanpa aplikasi pihak ketiga.


Untuk gamer, tersedia mode gaming ultra-low latency 45ms. Ini memastikan sinkronisasi sempurna antara suara dan aksi di layar tanpa delay yang mengganggu.


Baterai 58 Jam & Ketahanan IP55 untuk Penggunaan Harian

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama. Dengan ANC dimatikan, Buds Air8 menawarkan:


  • Hingga 58 jam total (dengan casing pengisian)
  • Sekitar 8–10 jam per pengisian pada earbud saja

Casing mendukung pengisian cepat via USB-C, dan kompatibel dengan power bank umum.


Selain itu, sertifikasi IP55 melindungi earbuds dari:


  • Debu halus
  • Percikan air (hujan ringan, keringat saat olahraga)

Artinya, Buds Air8 siap menemani Anda dari pagi hingga malam, dalam segala kondisi cuaca.


Harga dan Promo Bundling yang Menggiurkan

  • Harga normal: 299 yuan (~Rp650.000)
  • Harga peluncuran: 269 yuan (~Rp585.000)
  • Harga bundling dengan Realme Neo8: 239 yuan (~Rp520.000)

Promo bundling ini menjadikan Buds Air8 salah satu TWS paling bernilai di pasaran, terutama mengingat fitur-fitur premium yang ditawarkan.


Posisi di Pasar: Ancaman Serius bagi Kompetitor

Dengan spesifikasi seperti ini, Realme Buds Air8 bersaing langsung dengan:


  • Samsung Galaxy Buds3 Pro (tanpa LHDC, ANC ~45dB)
  • Xiaomi Buds 5 Pro (ANC 48dB, baterai ~38 jam)
  • Huawei FreeBuds 5 (tanpa codec open-source, harga lebih mahal)

Namun, Buds Air8 menawarkan kombinasi unik: ANC lebih dalam, baterai jauh lebih tahan lama, dukungan LHDC 5.0, dan fitur AI yang inovatif semua dengan harga di bawah Rp700 ribu.


Kesimpulan: TWS Terbaik di Kelas Mid-Range 2026?

Realme Buds Air8 bukan sekadar update minor ia adalah lompatan besar dalam teknologi audio portabel. Dengan ANC 55dB, baterai 58 jam, dual-driver, LHDC 5.0, dan fitur AI terjemahan, perangkat ini membuktikan bahwa fitur flagship kini bisa diakses dengan harga terjangkau.


Bagi pengguna yang mencari TWS serbaguna untuk kerja, belajar, gaming, traveling, atau sekadar menikmati musik Realme Buds Air8 layak menjadi pilihan utama. Dan dengan promo bundling bersama Realme Neo8, nilai yang ditawarkan hampir tak tertandingi.


Di tengah persaingan ketat pasar TWS global, Realme sekali lagi membuktikan: inovasi bukan monopoli merek premium.

DJI Power 1000 Mini Hadir: Power Station 1.000Wh Ringkas & Ringan!

DJI Power 1000 Mini Hadir: Power Station 1.000Wh Ringkas & Ringan!

DJI Power 1000 Mini Hadir: Power Station 1.000Wh Ringkas & Ringan!

DJI memperluas jajaran solusi energi portabelnya dengan peluncuran Power 1000 Mini, versi lebih kompak dari seri Power 1000 yang telah dikenal luas. Setelah sukses merilis Power 1000 V2 di Eropa pada Juli 2025, kini perusahaan asal Tiongkok ini memperkenalkan varian “Mini” yang dirancang khusus untuk pengguna mobile yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan daya.


Dibanderol 2.499 yuan (sekitar $359 atau Rp5,5 juta) di pasar Tiongkok, Power 1000 Mini menawarkan kapasitas baterai 1.000 watt-hour (Wh) dalam bodi yang lebih kecil 30% dan lebih ringan 2,7 kg dibanding pendahulunya. Dengan fitur unggulan seperti kabel USB-C tersembunyi, pengisian penuh hanya dalam 75 menit, dan dukungan solar charging, perangkat ini menjadi kandidat kuat bagi fotografer, drone pilot, traveler, hingga pekerja remote yang sering berada di luar ruangan.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, inovasi desain, perbandingan dengan Power 1000 V2, serta nilai praktis Power 1000 Mini dalam kehidupan sehari-hari.


Desain Lebih Ringkas dan Ramah Mobilitas

Salah satu fokus utama DJI pada Power 1000 Mini adalah mengurangi ukuran dan bobot tanpa mengurangi kapasitas. Hasilnya:


  • Dimensi: 314 × 212 × 216 mm
  • Berat: hanya 11,5 kg
  • Pegangan terintegrasi: memudahkan pengangkutan layaknya koper kecil

Sebagai perbandingan, Power 1000 V2 berukuran 448 × 225 × 230 mm dan berat 14,2 kg artinya Mini 20% lebih pendek dan 19% lebih ringan, menjadikannya jauh lebih mudah dimasukkan ke bagasi mobil, ransel besar, atau bahkan dibawa naik pesawat (dengan persetujuan maskapai untuk baterai >100Wh).


Desainnya minimalis dengan permukaan matte yang tahan sidik jari, serta tata letak port yang intuitif semua dirancang untuk penggunaan cepat di lapangan.


Baterai Lithium Iron Phosphate: Aman, Tahan Lama, dan Stabil

Power 1000 Mini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄) jenis baterai yang dikenal:


  • Lebih aman (tidak mudah terbakar)
  • Lebih tahan lama
  • Stabil dalam suhu ekstrem

Baterai ini memiliki kapasitas 1.000 Wh dan mampu mempertahankan minimal 80% kapasitas setelah 4.000 siklus pengisian. Artinya, jika digunakan 3 kali seminggu, baterai ini bisa bertahan lebih dari 25 tahun secara teoretis jauh melampaui rata-rata power station konvensional berbasis lithium-ion.


Daya keluaran maksimal mencapai 1.000 watt, dengan beban kontinu 800 watt cukup untuk:


  • Laptop gaming (100–300W)
  • Kamera mirrorless & drone DJI (50–150W)
  • Lampu LED studio (200–500W)
  • Mini kulkas portable (60–100W)
  • Bahkan microwave kecil (700–900W) dalam waktu singkat


Port Lengkap dengan Inovasi Kabel USB-C Tersembunyi

Salah satu fitur paling menarik dari Power 1000 Mini adalah kabel USB-C 100W yang terintegrasi dan bisa ditarik masuk-keluar dari bodi perangkat. Ini menghilangkan kebutuhan membawa kabel tambahan hanya untuk mengisi laptop atau power bank.


Selain itu, port yang tersedia meliputi:


  • 1x USB-C tambahan (100W output)
  • 2x USB-A (12W masing-masing)
  • 2x Soket AC (output 1.000W total)
  • 1x Port SDC (untuk aksesori khusus DJI)

Catatan penting: jumlah soket AC dikurangi dari 4 menjadi 2 dibanding Power 1000 V2 kompromi yang wajar demi ukuran lebih kecil. Namun, bagi pengguna mayoritas yang hanya butuh 1–2 perangkat AC, ini tetap lebih dari cukup.


Pengisian Super Cepat: 80% dalam 60 Menit, Penuh dalam 75 Menit

DJI mengklaim bahwa Power 1000 Mini bisa:


  • Terisi 80% dalam kurang dari 60 menit
  • Penuh 100% dalam sekitar 75 menit

Kecepatan ini dicapai berkat dukungan multi-input charging:


  • AC wall outlet (daya tinggi)
  • USB-C input (misalnya dari laptop charger 100W)
  • Panel surya (kompatibel dengan sistem DJI Solar)

Fitur ini sangat berguna saat Anda perlu “refuel” cepat di antara sesi syuting, camping, atau pemadaman listrik.


Fitur Tambahan: Lampu LED & Mode Darurat SOS

Di sisi depan, terdapat lampu LED built-in yang bisa diatur ke mode:


  • Terang penuh (untuk penerangan area)
  • Redup (untuk suasana malam)
  • SOS flashing (untuk situasi darurat)

Bagi petualang, fotografer alam, atau relawan bencana, fitur ini bisa menjadi penyelamat nyata saat berada di lokasi terpencil tanpa akses listrik atau sinyal.


Perbandingan Singkat: Power 1000 Mini vs Power 1000 V2


Fitur
Power 1000 Mini
Power 1000 V2
Kapasitas
1.000 Wh
1.000 Wh
Berat
11,5 kg
14,2 kg
Dimensi
314 × 212 × 216 mm
448 × 225 × 230 mm
Soket AC
2
4
USB-C Terintegrasi
✅ Ya
❌ Tidak
Pengisian Penuh
~75 menit
~90 menit
Pegangan
Built-in ergonomis
Built-in standar


Harga dan Ketersediaan

  • Harga di Tiongkok: CNY 2.499 (~$359 / Rp5,5 juta)
  • Ketersediaan global: Belum diumumkan, tetapi kemungkinan besar akan menyusul ke Eropa dan Asia Tenggara pada awal 2026
  • Target pengguna: Kreator konten, drone operator, camper, pekerja remote, dan rumah tangga siaga bencana


Kesimpulan: Power Station Ideal untuk Era Mobile

DJI Power 1000 Mini bukan sekadar versi “kecil” ia adalah redefinisi ulang tentang keseimbangan sempurna antara daya, portabilitas, dan kecerdasan. Dengan baterai LiFePO₄ yang tahan puluhan tahun, pengisian ultra-cepat, dan inovasi seperti kabel USB-C tersembunyi, perangkat ini menjawab kebutuhan nyata pengguna modern yang tidak ingin repot, tapi tetap butuh daya andal di mana saja.


Jika Anda sering bepergian, bekerja di luar ruangan, atau ingin bersiap menghadapi pemadaman listrik, Power 1000 Mini layak masuk daftar investasi teknologi terbaik tahun ini. Dan dengan harga di bawah $400, DJI sekali lagi membuktikan bahwa teknologi premium tak harus mahal.

Robot Vacuum DJI ROMO Bikin Kaget: Hisap 25.000 Pa, Tak Perlu Dibersihkan 6 Bulan!

Robot Vacuum DJI ROMO Bikin Kaget: Hisap 25.000 Pa, Tak Perlu Dibersihkan 6 Bulan!

Robot Vacuum DJI ROMO Bikin Kaget: Hisap 25.000 Pa, Tak Perlu Dibersihkan 6 Bulan!

DJI, perusahaan teknologi terkemuka yang dikenal lewat drone dan kamera gimbal, kini resmi memasuki pasar smart home dengan peluncuran ROMO, lini robot vacuum pertamanya. Diluncurkan di Korea pada Oktober 2025, ROMO bukan sekadar alat bersih-bersih melainkan sistem pembersihan lantai otonom yang menggabungkan presisi navigasi drone, kecerdasan buatan, dan desain ergonomis mutakhir.


Dengan tiga varian ROMO S, ROMO A, dan ROMO P seri ini menawarkan fitur premium seperti hisapan hingga 25.000 Pascal, deteksi rintangan setipis 2 mm, dan operasi tanpa perawatan hingga 200 hari berkat stasiun pembersih mandiri yang canggih. Yang paling mencuri perhatian? ROMO P hadir dengan panel transparan di tubuh robot dan stasiun dasar, memungkinkan pengguna melihat komponen internal sebuah sentuhan estetika futuristik yang jarang ditemui di kategori ini.


Artikel ini mengupas lengkap teknologi inti, fitur unggulan, perbedaan varian, serta nilai inovasi DJI ROMO dalam persaingan pasar robot vacuum global.


Navigasi Presisi Tinggi: LiDAR Padat & Penglihatan Ganda ala Drone

Salah satu keunggulan utama ROMO adalah sistem navigasi yang diadaptasi dari teknologi drone DJI. Robot ini dilengkapi:


  • Dual fisheye vision sensors – memberikan pandangan luas bahkan di ruang gelap
  • Wide-angle dual-transmitter solid-state LiDAR – mendeteksi jarak dengan akurasi milimeter

Kombinasi ini memungkinkan ROMO:


  • Mendeteksi dan menghindari objek setipis 2 mm, seperti kabel charger, kartu remi, atau mainan kecil
  • Menyusup ke bawah furnitur rendah (tempat tidur, sofa) tanpa menabrak
  • Menyesuaikan jalur pembersihan secara real-time berdasarkan tata letak ruangan

Berkat machine learning, ROMO belajar dari lingkungan rumah pengguna. Ia bisa membedakan antara barang yang boleh dilewati (karpet tipis) dan yang harus dihindari (tumpahan cairan, kaus kaki).


Desain Pembersihan Cerdas: Lengan Fleksibel & Urutan Sapu-Sebelum-Pel

ROMO tidak hanya menyedot ia membersihkan secara strategis. Prosesnya dirancang dalam dua tahap:


  • Penyapuan luas menggunakan sikat samping ganda dan roller brush ber-torsi tinggi
  • Pengepelan presisi dengan distribusi air otomatis

Fitur unik termasuk:


  • Dual flexible arms yang otomatis menjulur saat membersihkan sudut, pinggiran dinding, dan kaki meja
  • Sweeping coverage lebih lebar dari jalur pel, sehingga debu dan kotoran kasar disingkirkan sebelum area dipel
  • Deteksi debris otomatis: saat sensor melihat butiran seperti pasir kucing, ROMO memperlambat laju dan mengurangi putaran sikat samping agar kotoran tidak tersebar

Roller brush-nya dirancang dengan inti berongga untuk mencegah rambut dan serat menyangkut masalah umum pada robot vacuum konvensional.


Hisapan 25.000 Pa & Aliran Udara 20 L/detik: Performa Kelas Atas

ROMO menghadirkan tenaga hisap yang mengesankan:


  • 25.000 Pascal – salah satu yang tertinggi di kelas premium
  • Aliran udara 20 liter per detik – memastikan partikel halus hingga besar terhisap sempurna

Tenaga ini didukung oleh dua motor torsi tinggi yang bekerja sinergis untuk mengarahkan kotoran ke tangki debu tanpa kemacetan. Hasilnya: lantai benar-benar bersih, bahkan dari pasir, bulu hewan, atau remah makanan.


Stasiun Pembersih Mandiri: 200 Hari Tanpa Sentuh!

Salah satu fitur paling revolusioner ROMO adalah self-cleaning base station yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang tanpa intervensi manual.


Komponen utamanya:


  • Empat jet air bertekanan tinggi – membersihkan roller dan mop pad secara menyeluruh
  • Saluran pembuangan limbah berdiameter 16 mm – mencegah penyumbatan
  • Gaya tekan 12 newton pada mop pad – meniru gerakan tangan manusia saat menekan kain pel
  • Sistem peredam suara tiga tahap – mengurangi kebisingan pengumpulan debu hingga 80%

Hasilnya? Pengguna tidak perlu mengosongkan tangki debu atau membersihkan mop selama hingga 200 hari ideal untuk keluarga sibuk, lansia, atau pemilik hewan peliharaan.


Fitur Tambahan: Tangki Air Cerdas, Deodorizer, dan Fast Charging

ROMO juga dilengkapi fitur pendukung yang meningkatkan pengalaman pengguna:


  • Tangki air onboard 164 ml dengan aliran air yang bisa disesuaikan – lebih basah untuk noda membandel, lebih kering untuk lantai kayu
  • ROMO P memiliki kompartemen khusus deodorizer – memungkinkan rutinitas berbeda untuk dapur (bau minyak) vs ruang tamu (kesegaran umum)
  • Dukungan pengisian cepat 55W – penuh dalam 2,5 jam, jauh lebih cepat dari rata-rata kompetitor


Kontrol via DJI Home App: Mode Khusus & Privasi Terjamin

Melalui aplikasi DJI Home, pengguna bisa:


  • Memilih mode pembersihan preset: karpet, ambang pintu, dapur, kamar mandi, area hewan peliharaan
  • Membuat zona larangan atau fokus
  • Mengatur jadwal harian/mingguan

Untuk privasi, DJI menerapkan:


  • Enkripsi transmisi video end-to-end
  • Autentikasi dua faktor (2FA) untuk akses kamera (jika tersedia di model tertentu)

Ini menunjukkan komitmen DJI terhadap keamanan data sesuatu yang sering diabaikan oleh merek robot vacuum lain.


Harga & Ketersediaan di Korea

Seri DJI ROMO kini tersedia untuk pre-order di Korea dengan harga sebagai berikut:


  • ROMO S: 1.590.000 KRW (~Rp16,5 juta)
  • ROMO A: 1.790.000 KRW (~Rp18,6 juta)
  • ROMO P: 1.940.000 KRW (~Rp20,2 juta)

Perbedaan utama antar varian terletak pada:


  • Keberadaan panel transparan (hanya ROMO P)
  • Fitur deodorizer compartment (ROMO P)
  • Kemungkinan peningkatan kapasitas baterai atau sensor tambahan

Belum ada pengumuman resmi tentang peluncuran global, tetapi mengingat strategi DJI sebelumnya, versi internasional kemungkinan akan hadir dalam 3–6 bulan.


Kesimpulan: DJI ROMO, Bukan Sekadar Robot Vacuum Tapi Asisten Rumah Pintar

Dengan ROMO, DJI tidak hanya menyalin formula robot vacuum yang sudah ada ia mendefinisikan ulang standar industri. Kombinasi navigasi drone-grade, hisapan ekstrem, perawatan minimal, dan desain transparan futuristik menjadikan ROMO sebagai salah satu peluncuran paling ambisius di kategori smart home tahun ini.


Bagi konsumen yang mencari keandalan, kecerdasan, dan estetika dalam satu paket, DJI ROMO terutama varian P bisa jadi investasi jangka panjang yang mengubah cara kita memandang kebersihan rumah.


Dan jika DJI berhasil membawa ROMO ke pasar global dengan harga kompetitif, persaingan dengan Roborock, Ecovacs, dan iRobot baru saja memasuki babak baru.

Monster Gaming PC Baru ASUS! ROG G1000 Bawa RTX 5090 & Ryzen 9 9950X3D

Monster Gaming PC Baru ASUS! ROG G1000 Bawa RTX 5090 & Ryzen 9 9950X3D

Monster Gaming PC Baru ASUS! ROG G1000 Bawa RTX 5090 & Ryzen 9 9950X3D

Di tengah krisis pasokan komponen yang membuat harga RAM, SSD, dan GPU melambung tinggi di awal 2026, semakin banyak gamer beralih ke sistem prebuilt dan ASUS menjawab tren ini dengan peluncuran ROG G1000, flagship gaming desktop terbarunya yang diperkenalkan di CES 2026.


Dirancang untuk para enthusiast yang menginginkan performa puncak tanpa repot merakit, ROG G1000 bukan sekadar PC gaming ia adalah pernyataan teknologi mutakhir yang menggabungkan CPU tercepat AMD, GPU generasi berikutnya NVIDIA, pendinginan cair premium, dan visual LED spektakuler lewat sistem AniMe Holo.


Dengan bobot mencapai 40 kilogram dan konsumsi daya puncak hingga 2000 watt, ROG G1000 layak disebut sebagai "monster" dalam dunia PC gaming. Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi, fitur unggulan, desain termal, dan posisinya di pasar gaming global 2026.


Performa Inti: Ryzen 9 9950X3D dan RTX 5090, Kombinasi Impian Gamer

Jantung ROG G1000 adalah AMD Ryzen 9 9950X3D, prosesor desktop terbaru AMD yang dirancang khusus untuk gaming dan beban kerja intensif. Spesifikasi utamanya:


  • 16 core / 32 thread
  • Base clock: 4,3 GHz | Boost: hingga 5,7 GHz
  • 128MB total cache (termasuk 64MB 3D V-Cache)

Chip ini tidak hanya unggul dalam game AAA berat seperti Cyberpunk 2077 atau Starfield, tetapi juga sangat tangguh untuk tugas-tugas produktivitas seperti rendering video 8K, simulasi AI, atau streaming multi-platform.


Untuk grafis, ROG G1000 menawarkan dua opsi:


  • NVIDIA GeForce RTX 5090 ROG OC dengan 32GB GDDR7, dukungan DLSS 4 dan Frame Generation
  • AMD Radeon RX 9070 XT bagi pengguna yang lebih nyaman dengan ekosistem AMD

RTX 5090, yang diprediksi menjadi GPU konsumen terkencang tahun 2026, memungkinkan resolusi 8K 60 FPS atau 4K 240 FPS dengan ray tracing maksimal menjadikan ROG G1000 salah satu dari sedikit sistem yang benar-benar siap untuk masa depan gaming.


Platform Premium: Motherboard X870, DDR5, dan Ekspansi Maksimal

ASUS tidak main-main dalam membangun fondasi ROG G1000. Sistem ini dibangun di atas motherboard X870, chipset terbaru AMD yang mendukung PCIe 5.0 penuh dan overclocking lanjutan.


Fitur platform utama:


  • Hingga 128GB DDR5 RAM (4 slot U-DIMM)
  • Dua SSD NVMe PCIe 4.0 2TB terpasang dari pabrik
  • Total 4 slot M.2 + 6 port SATA untuk penyimpanan ekspansif
  • 3 slot PCIe 4.0 x16 + 1 slot PCIe 5.0 x16 untuk kartu tambahan

Konfigurasi ini memungkinkan pengguna menambahkan kartu capture, sound card high-end, atau bahkan dual GPU di masa depan meski ASUS fokus pada single-GPU untuk optimasi termal.


Pendinginan Canggih: Thermal Chamber Terpisah & Liquid Cooler 420mm

Salah satu tantangan terbesar dalam PC berperforma tinggi adalah manajemen panas. ASUS mengatasi ini dengan desain chassis revolusioner yang memisahkan aliran udara untuk CPU, GPU, dan PSU.


  • CPU: Didukung radiator 420mm di ruang termal khusus
  • Pendingin: Tiga kipas intake 140mm menyediakan udara dingin langsung
  • GPU & PSU: Memiliki saluran udara independen untuk mencegah thermal throttling

Desain ini memastikan stabilitas performa jangka panjang, bahkan saat menjalankan benchmark berat selama berjam-jam.


Visual Spektakuler: AniMe Holo dengan Ribuan LED RGB

ROG G1000 bukan hanya soal performa ia juga pameran seni digital. Sistem AniMe Holo terdiri dari:


  • 1 kipas samping 380mm dengan 680 LED
  • 2 kipas depan 215mm, masing-masing 384 LED

Total 1.448 LED dapat menampilkan animasi kustom, logo, atau bahkan visualisasi audio real-time. Pengguna bisa mengontrolnya via Armoury Crate dengan dukungan 16,77 juta warna.


Meski penuh lampu, ROG G1000 tetap tenang hanya 20,5 dBA saat idle, setara dengan bisikan halus.


Konektivitas Lengkap dan Sistem Operasi Profesional

ROG G1000 hadir dengan Windows 11 Pro bukan Home memberikan akses ke fitur enterprise seperti BitLocker, Remote Desktop, dan Group Policy.


Port I/O-nya sangat lengkap:


  • USB4 (kecepatan hingga 40 Gbps)
  • HDMI 2.1b (dukungan 8K@60Hz)
  • Multiple USB 3.2 Gen 2x2, DisplayPort, dan audio jack premium

Semua ini memudahkan koneksi ke monitor ultra-wide, docking station, atau perangkat VR/AR generasi berikutnya.


Daya dan Dimensi: PC Seberat 40kg dengan PSU 1000W (2000W Peak)

ROG G1000 didukung oleh PSU 1000W 80 Plus Gold yang mampu menangani beban puncak hingga 2000W cukup untuk menopang RTX 5090 dan Ryzen 9 9950X3D saat boost penuh.


Dimensinya besar: tinggi, lebar, dan dalam (dimensi pasti belum diumumkan), dengan bobot 40 kg. Ini bukan PC untuk meja kecil melainkan centerpiece untuk setup gaming premium.


Harga dan Ketersediaan

ASUS belum mengumumkan harga resmi ROG G1000, tetapi mengingat spesifikasinya, ekspektasi harga berkisar antara $4.500–$6.000 tergantung konfigurasi.


  • Ketersediaan: Awal 2026
  • Target pasar: Enthusiast, content creator, dan kolektor PC high-end


Kesimpulan: Flagship Tanpa Kompromi di Era Kelangkaan Komponen

Dengan biaya rakit custom yang terus membengkak akibat kelangkaan RAM dan SSD, ROG G1000 hadir sebagai solusi premium yang menggabungkan performa, estetika, dan keandalan dalam satu paket.


Ia bukan untuk semua orang tapi bagi mereka yang menginginkan PC gaming terbaik di dunia tahun 2026, ROG G1000 mungkin adalah jawabannya. Dan dengan dukungan garansi, layanan purna jual, serta optimasi pabrikan, ASUS memberikan nilai lebih yang sulit ditandingi oleh rakitan sendiri.


Satu hal pasti: ROG G1000 bukan sekadar komputer. Ini adalah mahakarya teknologi gaming.

Bravia Kini Milik China! Sony Mundur dari Bisnis TV, Fokus ke Game & Film

Bravia Kini Milik China! Sony Mundur dari Bisnis TV, Fokus ke Game & Film

Bravia Kini Milik China! Sony Mundur dari Bisnis TV, Fokus ke Game & Film

Dalam langkah mengejutkan yang mengguncang industri elektronik global, Sony resmi menyerahkan kendali penuh atas bisnis televisinya termasuk merek ikonik Bravia kepada raksasa elektronik Tiongkok, TCL. Kedua perusahaan mengumumkan pembentukan joint venture baru yang akan mulai beroperasi pada April 2027, dengan struktur kepemilikan 51% TCL dan 49% Sony.


Meski logo Sony dan Bravia tetap dipertahankan pada produk masa depan, kendali operasional mulai dari riset & pengembangan, desain, manufaktur, hingga penetapan harga kini berada di tangan TCL. Langkah ini bukan sekadar restrukturisasi bisnis, melainkan simbol mundurnya Jepang dari panggung utama industri TV global, sekaligus menandai kebangkitan China sebagai pemain dominan di segmen premium.


Artikel ini mengupas makna strategis di balik kesepakatan ini, implikasinya bagi konsumen, dan bagaimana transformasi ini mencerminkan pergeseran besar dalam lanskap teknologi konsumen dunia.


Apa yang Sebenarnya Terjadi? Struktur Joint Venture Sony-TCL

Joint venture baru ini akan menjadi entitas independen yang mengelola seluruh rantai nilai bisnis TV Sony, termasuk:


  • Riset & pengembangan teknologi gambar
  • Desain produk
  • Manufaktur global
  • Logistik dan distribusi
  • Layanan purna jual

Sony secara resmi mundur dari operasional harian, meski tetap mempertahankan saham minoritas dan hak atas penggunaan merek. Artinya, meski Anda masih membeli “Sony Bravia”, produk tersebut dirancang, diproduksi, dan dipasarkan oleh tim TCL.


Keputusan ini sejalan dengan strategi jangka panjang Sony untuk fokus pada bisnis berbasis konten dan kekayaan intelektual (IP), seperti:


  • PlayStation dan game
  • Studio film (Sony Pictures)
  • Musik (Sony Music)
  • Anime dan hiburan digital

TV, yang selama ini dikenal dengan margin tipis dan persaingan ketat, kini dianggap tidak lagi selaras dengan visi korporat Sony.


Mengapa Sony Mundur dari Bisnis TV?

Sejak satu dekade terakhir, Sony telah secara bertahap melepaskan bisnis perangkat keras konsumen ber-margin rendah:


  • 2014: Keluar dari bisnis PC (VAIO dijual ke investor Jepang)
  • 2010-an akhir: Menghentikan pemutar Blu-ray dan media player konsumen
  • 2025–2026: Mengalihkan fokus TV ke TCL

Alasannya jelas: industri TV global telah berubah. Dulu, diferensiasi dibangun lewat kualitas panel dan prosesor gambar. Kini, skala produksi, efisiensi biaya, dan integrasi ekosistem smart TV menjadi penentu utama.


Sony, meski unggul dalam teknologi gambar (seperti XR Cognitive Processor), kesulitan bersaing dengan harga agresif dari produsen China seperti TCL, Hisense, dan Xiaomi. Sementara itu, TCL telah membuktikan kemampuannya menembus segmen premium lewat inovasi seperti QD-Mini LED dan teknologi local dimming canggih.


Apa yang Didapat TCL? Akses ke Warisan, Teknologi, dan Saluran Global

Bagi TCL, kesepakatan ini adalah lompatan strategis menuju puncak industri TV. Dengan mengendalikan Bravia, TCL mendapatkan:


  • Akses ke teknologi pemrosesan gambar Sony yang dihormati secara global
  • Hak menggunakan merek premium yang telah membangun kepercayaan selama 20+ tahun
  • Jaringan distribusi global Sony di Eropa, Amerika, dan Asia
  • Kredibilitas instan di segmen high-end, yang selama ini sulit ditembus

TCL kini bisa menawarkan dua jalur produk:


  • TCL sendiri – untuk pasar mid-range dan value
  • Sony Bravia – untuk pasar premium, dengan kualitas gambar Sony namun efisiensi biaya TCL

Baru-baru ini, TCL meluncurkan X11L SQD-Mini LED TV series dengan 20.000 zona dimming lokal dan kecerahan puncak 10.000 nits spesifikasi yang bahkan melampaui banyak TV flagship saat ini. Dengan teknologi ini, TCL siap membawa Bravia ke level baru.


Apa Artinya bagi Konsumen? Harga Lebih Murah, Tapi Kualitas Tetap?

Konsumen mungkin akan melihat perubahan signifikan dalam beberapa tahun ke depan:


✅ Keuntungan Potensial:

  • Harga Bravia lebih terjangkau berkat efisiensi manufaktur TCL
  • Lebih banyak model entry-level dengan branding Sony
  • Inovasi lebih cepat berkat investasi R&D TCL yang besar


⚠️ Risiko yang Perlu Diwaspadai:

  • Penurunan kualitas material atau komponen demi menekan biaya
  • Konsistensi gambar mungkin berubah jika algoritma Sony dikurangi
  • Dukungan layanan purna jual bergantung pada infrastruktur TCL di tiap negara

Namun, Sony kemungkinan besar akan mempertahankan standar kualitas minimum melalui perjanjian lisensi merek. Jika kualitas turun drastis, reputasi Sony secara keseluruhan termasuk di bisnis gaming dan film bisa terganggu.


Akhir dari Era Emas TV Jepang?

Bravia bukan sekadar merek ia adalah simbol terakhir dari dominasi Jepang di industri TV global. Dulu, nama seperti Sony, Panasonic, dan Sharp mendefinisikan standar kualitas visual. Kini, hanya sisa bayangan yang tersisa.


Dengan Sony menyerahkan Bravia ke TCL, tidak ada lagi produsen TV premium asal Jepang yang sepenuhnya independen. Ini menandai pergeseran geopolitik dalam teknologi konsumen: dari Jepang dan Korea Selatan ke Tiongkok.


Namun, alih-alih menghilang, warisan Jepang mungkin justru dilestarikan dalam bentuk baru melalui kolaborasi strategis yang memadukan keunggulan teknis dengan kekuatan skala.


Kesimpulan: Kolaborasi Cerdas atau Pengakuan Kekalahan?

Langkah Sony bukanlah kekalahan, melainkan adaptasi cerdas terhadap realitas pasar. Daripada terus berjuang di bisnis yang tidak lagi menguntungkan, Sony memilih memonetisasi asetnya (merek dan teknologi) tanpa menanggung risiko operasional.


Bagi TCL, ini adalah tiket emas menuju elite global. Dan bagi konsumen? Mereka mungkin akan menikmati TV premium dengan harga lebih masuk akal asalkan kualitas inti Bravia tetap dipertahankan.


Satu hal pasti: setelah April 2027, “Sony Bravia” tidak lagi sepenuhnya buatan Sony. Tapi apakah itu masalah? Atau justru awal dari era baru yang lebih inovatif dan terjangkau?


Hanya waktu yang akan menjawab.

Honor 500 Pro Edisi Molly Rilis, HP Mainan Kolaborasi Pop Mart!

Honor 500 Pro Edisi Molly Rilis, HP Mainan Kolaborasi Pop Mart!

Honor 500 Pro Edisi Molly Rilis, HP Mainan Kolaborasi Pop Mart!

Dalam langkah yang menggabungkan teknologi tinggi dengan budaya pop, Honor resmi meluncurkan Honor 500 Pro Molly 20th Anniversary Edition smartphone pertama di dunia yang sepenuhnya dirancang sebagai designer toy dalam kolaborasi eksklusif dengan Pop Mart, raksasa mainan koleksi asal Tiongkok.


Dirilis sebagai perayaan ulang tahun ke-20 karakter ikonik Molly, edisi terbatas ini bukan sekadar ponsel dengan skin lucu. Ia adalah karya seni digital-fisik yang menyatukan performa flagship dengan estetika koleksi dari desain bodi hingga pengalaman pengguna di layar, semuanya disesuaikan dengan nuansa Molly.


Dibanderol 4.499 yuan (sekitar Rp9,5 juta), perangkat ini sudah dibuka untuk pre-order dan akan mulai dijual secara resmi pada 25 Januari 2026 pukul 10:08 pagi waktu Tiongkok. Namun, yang membuatnya benar-benar istimewa bukan hanya spesifikasinya tapi pengalaman unboxing dan ekosistem merchandise yang menyertainya.


Desain Eksklusif: Saat Smartphone Jadi Karya Seni Pop

Honor 500 Pro Molly Edition hadir dalam satu konfigurasi: 16GB RAM + 512GB penyimpanan. Namun, nilai utamanya terletak pada desain visual yang sepenuhnya dikurasi oleh tim Pop Mart.


Bagian belakang ponsel menampilkan ilustrasi khusus berjudul “Molly Painter” gambar Molly yang sedang melukis di atas latar Obsidian Black yang elegan dan tahan sidik jari. Ilustrasi ini bukan stiker atau print biasa, melainkan hasil proses pelapisan presisi tinggi yang memberikan efek kedalaman dan tekstur halus.


Tapi keunikan tidak berhenti di sana. Sistem operasi Honor telah dimodifikasi dengan UI skin eksklusif Molly, yang mencakup:


  • Wallpaper animasi bertema Molly
  • Watermark kamera berbentuk wajah Molly
  • Animasi pengisian daya interaktif
  • Ikon aplikasi bergaya kartun pastel
  • Suara notifikasi dan efek sentuh unik

Setiap kali pengguna membuka ponsel, mereka bukan hanya menggunakan perangkat tapi berinteraksi dengan dunia Molly.


Pengalaman Unboxing Mewah: Kotak Koper dengan Efek Cahaya

Salah satu sorotan terbesar dari edisi ini adalah kemasan premium berbentuk koper mini yang dilengkapi efek pencahayaan LED. Kotak ini dirancang menyerupai koper koleksi mainan, lengkap dengan detail logam dan pegangan kulit imitasi.


Di dalamnya, pengguna akan menemukan rangkaian barang koleksi eksklusif, antara lain:


  • SIM ejector tool berbentuk kuas lukis Molly
  • Undangan lilin (wax-seal invitation) bertema seni
  • Kartu seni bergaya kaca patri (stained-glass art cards)
  • Amplop angpao merah dengan ilustrasi Molly
  • Stiker film transparan untuk dekorasi layar
  • Casing ponsel eksklusif dengan finishing glossy
  • Magnet kulkas couplet bertuliskan harapan tahun baru
  • Tali gantung ponsel (lanyard) dengan charm Molly

Semua item ini tidak hanya fungsional, tapi juga dirancang sebagai bagian dari narasi koleksi membuat Honor 500 Pro Molly Edition lebih mirip edisi seni terbatas daripada produk elektronik biasa.


Spesifikasi Flagship: Performa Setara Honor 500 Pro Standar

Meski tampilannya playful, performanya tetap serius. Honor 500 Pro Molly Edition menggunakan spesifikasi identik dengan versi standar, menjadikannya salah satu ponsel paling tangguh di pasaran:


  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 8 Elite (generasi terbaru 2026)
  • Baterai: 8.000 mAh “Qinghai Lake”   baterai berkapasitas ultra besar

Pengisian Daya:

  • 80W fast charging kabel
  • 50W wireless charging

Kamera Belakang:

  • 200MP sensor utama (resolusi tertinggi di kelasnya)
  • 50MP telephoto lens (3x optical zoom)
  • 12MP ultra-wide macro (fokus dekat hingga 2 cm)

Dengan kombinasi ini, ponsel ini tidak hanya cocok untuk kolektor, tapi juga untuk fotografer mobile, gamer, dan profesional yang butuh daya tahan baterai ekstrem.


Rangkaian Acara Pop-Up di 100 Kota Tiongkok

Untuk memperkuat momentum peluncuran, Honor mengumumkan serangkaian acara pop-up store bertema Molly di lebih dari 100 kota di Tiongkok, termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Chengdu.


Setiap lokasi akan menampilkan:


  • Instalasi seni interaktif Molly
  • Booth foto 3D dengan latar lukisan
  • Merchandise eksklusif hanya tersedia di toko fisik
  • Aktivitas komunitas seperti mewarnai dan custom casing

Acara ini tidak hanya bertujuan menjual ponsel, tapi juga memperluas ekosistem fandom menghubungkan penggemar teknologi dengan komunitas mainan koleksi.


Strategi Kolaborasi: Mengapa Honor Memilih Pop Mart?

Kolaborasi ini bukan kebetulan. Pop Mart kini menjadi simbol budaya urban Asia, dengan valuasi miliaran dolar dan basis penggemar global terutama di kalangan Gen Z dan milenial.


Dengan menggandeng Pop Mart, Honor:


  • Menjangkau demografi muda yang gemar ekspresi diri
  • Membedakan diri dari kompetitor yang fokus pada spek murni
  • Menciptakan produk “social currency” barang yang layak dipamerkan di media sosial

Ini adalah bagian dari tren yang lebih luas: smartphone sebagai medium ekspresi identitas, bukan hanya alat komunikasi.


Produk Terkait: Honor Juga Luncurkan Magic 8 Pro Air dan Magic 8 RSR

Selain edisi Molly, Honor juga memperkenalkan dua model baru dalam seri Magic:


  • Magic 8 Pro Air: versi ringan dari flagship dengan desain ultra-tipis
  • Magic 8 RSR: edisi performa tinggi dengan pendinginan cair dan mode balap

Namun, justru Honor 500 Pro Molly Edition yang mencuri perhatian karena ia membuktikan bahwa teknologi dan seni bisa berjalan beriringan.


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Ponsel Ini Simbol Gaya Hidup

Honor 500 Pro Molly 20th Anniversary Edition adalah bukti nyata bahwa smartphone masa depan tidak hanya tentang kecepatan atau kamera, tapi juga tentang emosi, identitas, dan komunitas.


Dengan harga Rp9,5 juta, ia mungkin bukan pilihan rasional bagi semua orang. Tapi bagi kolektor, penggemar Pop Mart, atau mereka yang ingin memiliki perangkat yang benar-benar unik, edisi ini menawarkan nilai yang tak ternilai: kebanggaan memiliki sesuatu yang langka, indah, dan penuh makna.


Dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti, Honor 500 Pro Molly Edition akan menjadi barang koleksi bernilai tinggi seperti mainan edisi pertama Molly yang kini dijual puluhan juta di pasar sekunder.

Mangmi Pocket Max Hadir dengan Layar 144Hz, Pendingin Aktif & Kontrol Bisa Diganti!

Mangmi Pocket Max Hadir dengan Layar 144Hz, Pendingin Aktif & Kontrol Bisa Diganti!

Mangmi Pocket Max Hadir dengan Layar 144Hz, Pendingin Aktif & Kontrol Bisa Diganti!

Setelah membangun antisipasi lewat serangkaian teaser, Mangmi akhirnya membuka selubung penuh atas perangkat andalannya: Pocket Max, sebuah handheld gaming bergaya retro yang menawarkan spesifikasi kelas atas, sistem pendingin aktif, dan fitur unik berupa kontrol yang bisa diganti secara magnetik.


Diumumkan melalui akun resmi X perusahaan pada Oktober 2025, Pocket Max bukan sekadar perangkat nostalgia ia adalah jawaban modern untuk kebutuhan gamer portabel yang menginginkan performa, kenyamanan, dan fleksibilitas dalam satu genggaman.


Meski belum mengungkap harga dan tanggal rilis resmi, Mangmi menyatakan bahwa pengumuman komersial akan segera menyusul. Sementara itu, spesifikasi teknis yang dirilis menunjukkan ambisi besar perusahaan untuk bersaing di pasar handheld gaming yang semakin ketat melawan nama-nama seperti AYANEO, Steam Deck, dan GameMT.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi hardware, desain ergonomis, fitur unggulan, serta posisi strategis Mangmi Pocket Max dalam ekosistem gaming portabel global.


Performa Flagship: Snapdragon 865, RAM 8GB, dan Penyimpanan UFS 3.1

Di jantung Mangmi Pocket Max tersemat Qualcomm Snapdragon 865, chipset flagship yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 dan masih relevan hingga kini berkat efisiensi daya dan kemampuan grafisnya yang tangguh. Dibandingkan dengan chip entry-level yang kerap dipakai kompetitor, Snapdragon 865 memberikan keunggulan signifikan dalam menjalankan game Android berat seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, atau bahkan emulator konsol generasi lalu.


Spesifikasi pendukungnya pun tak main-main:


  • 8GB LPDDR4X RAM: memastikan multitasking lancar dan loading cepat
  • 128GB UFS 3.1 storage: kecepatan baca/tulis tinggi, ideal untuk game besar
  • Slot microSD: memungkinkan ekspansi penyimpanan tanpa batas

Kombinasi ini menjadikan Pocket Max bukan hanya perangkat gaming, tapi juga komputer mini portabel yang mampu menangani produktivitas ringan hingga streaming konten premium.


Layar Kelas Premium: AMOLED 7 Inci dengan Refresh Rate 144Hz

Salah satu sorotan utama Pocket Max adalah layarnya yang luar biasa. Perangkat ini mengusung panel AMOLED berukuran 7 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) memberikan kepadatan piksel yang tajam dan warna yang hidup.


Fitur layar mencakup:


  • Refresh rate 144Hz: gerakan lebih halus, responsif untuk game fast-paced
  • HDR support: kontras dinamis dan detail gelap/terang lebih presisi
  • Rasio kontras 100.000:1: hitam pekat, warna lebih dalam
  • 155% sRGB color gamut: reproduksi warna lebih akurat dan cerah

Panel depan dilindungi oleh kaca yang meluas melebihi area display, memberikan kesan premium dan perlindungan tambahan terhadap benturan ringan. Desain ini juga memperkuat nuansa retro-modern yang menjadi ciri khas estetika Pocket Max.


Pendingin Aktif: Solusi Nyata untuk Overheating Saat Gaming

Berbeda dari banyak handheld Android yang mengandalkan pendinginan pasif, Mangmi Pocket Max dilengkapi kipas pendingin aktif. Ini adalah langkah strategis untuk:


  • Menjaga suhu CPU/GPU tetap stabil selama sesi gaming panjang
  • Mencegah thermal throttling yang menurunkan performa
  • Memberikan pengalaman bermain yang konsisten tanpa lag mendadak

Fitur ini menjadikan Pocket Max salah satu dari sedikit perangkat sejenis yang serius menangani isu termal mirip pendekatan yang diambil oleh Steam Deck dan AYANEO.


Kontrol Modular: ABXY & D-pad Bisa Dilepas dan Diganti Secara Magnetik

Inovasi paling mencolok dari Pocket Max terletak pada sistem input-nya yang modular. Mangmi memperkenalkan:


  • Modul ABXY dan D-pad yang magnetis: bisa dilepas, diganti, atau bahkan disesuaikan dengan preferensi pengguna
  • Joystick asimetris RGB dengan sensor TMR (Tunnel MagnetoResistance): lebih presisi, tahan aus, dan bebas drift
  • Trigger Hall-effect: respons digital tanpa kontak fisik, meningkatkan umur pakai
  • Dua tombol belakang yang bisa diremap: untuk akses cepat atau fungsi kustom

Sistem ini memungkinkan gamer menyesuaikan layout kontrol sesuai genre game misalnya, mengganti D-pad silang dengan D-pad melingkar untuk game fighting, atau memasang modul khusus untuk RPG.


Konektivitas Lengkap & Daya Tahan Baterai Andal

Pocket Max tidak mengorbankan konektivitas demi desain. Perangkat ini hadir dengan:


  • Wi-Fi 6: kecepatan tinggi, latensi rendah
  • Bluetooth 5.1: kompatibel dengan controller eksternal, earbud, dll
  • Port USB 3.1 Type-C: mendukung video output ke monitor eksternal
  • Jack audio 3.5mm: untuk headset berkabel tanpa latency
  • microSD slot: ekspansi penyimpanan hingga ratusan gigabyte

Baterainya berkapasitas 8.000 mAh, didukung pengisian cepat 27W. Meski ukurannya besar (450 gram), baterai ini dirancang untuk menopang sesi gaming 3–5 jam tergantung intensitas cukup untuk perjalanan atau sesi santai di taman.


Dimensi perangkat: 254,87 x 101,06 x 17,45 mm, dengan pilihan warna: Hitam, Putih, dan Retro GB (desain khusus bernuansa Game Boy klasik).


Ekosistem Handheld Gaming: Pocket Max dalam Persaingan Global

Peluncuran Pocket Max terjadi di tengah ledakan minat terhadap handheld gaming Android. Baru-baru ini:


  • AYANEO merilis Pocket DMG Aura Yellow Limited Edition
  • GameMT meluncurkan EX5, yang meniru desain PS Vita

Namun, Mangmi membedakan diri dengan fokus pada modularitas, pendingin aktif, dan layar high-refresh AMOLED tiga elemen yang jarang dikombinasikan dalam satu perangkat seharga menengah-atas.


Jika dibanderol kompetitif (diperkirakan antara $300–$400), Pocket Max berpotensi menjadi pilihan utama bagi gamer yang menginginkan fleksibilitas tanpa mengorbankan performa.


Kesimpulan: Retro di Luar, Canggih di Dalam

Mangmi Pocket Max bukan sekadar perangkat nostalgia. Ia adalah perpaduan cerdas antara estetika retro dan teknologi mutakhir dari layar 144Hz, pendingin aktif, hingga sistem kontrol magnetik yang bisa dikustomisasi.


Bagi para kolektor, gamer hardcore, atau penggemar perangkat unik, Pocket Max menawarkan nilai unik yang sulit ditemukan di pasar saat ini. Dan dengan Android 13 sebagai basis sistem operasinya, perangkat ini juga siap menerima pembaruan aplikasi dan game terbaru selama bertahun-tahun mendatang.


Tinggal menunggu harga dan ketersediaan tapi satu hal pasti: revolusi handheld gaming Android baru saja memasuki babak baru.

GIF di WhatsApp Berubah? Klipy Jadi Pengganti Baru Tenor Mulai 2026

GIF di WhatsApp Berubah? Klipy Jadi Pengganti Baru Tenor Mulai 2026

GIF di WhatsApp Berubah? Klipy Jadi Pengganti Baru Tenor Mulai 2026

WhatsApp sedang bersiap menghadapi perubahan besar dalam fitur berbagi konten visualnya. Mulai pertengahan 2026, aplikasi pesan instan milik Meta ini akan menggantikan Tenor salah satu penyedia GIF andalannya dengan platform baru bernama Klipy. Langkah ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan respons strategis terhadap pengumuman resmi Tenor yang akan menghentikan layanan API-nya pada 30 Juni 2026.


Perubahan ini pertama kali terdeteksi dalam versi beta iOS WhatsApp 26.2.10.70, yang dirilis melalui program TestFlight dan dilaporkan oleh WABetaInfo. Meski belum tersedia untuk publik umum, integrasi Klipy sudah dikonfirmasi sedang dalam pengembangan aktif dan akan diluncurkan secara bertahap dalam pembaruan mendatang.


Artikel ini mengupas tuntas alasan di balik pergantian ini, profil Klipy sebagai pengganti, dampak bagi pengguna, serta bagaimana transisi ini berlangsung tanpa gangguan.


Mengapa WhatsApp Harus Meninggalkan Tenor?

Pada awal 2025, Tenor platform GIF populer yang dimiliki Google mengumumkan keputusan mengejutkan: API-nya akan dinonaktifkan sepenuhnya pada 30 Juni 2026. Selain itu, Tenor juga sudah berhenti menerima pendaftaran pengembang baru, menandakan bahwa platform ini secara perlahan menutup akses eksternal.


Bagi aplikasi seperti WhatsApp yang mengandalkan API Tenor untuk menyediakan pencarian GIF langsung di dalam chat, ini adalah ancaman serius. Tanpa API, fitur GIF akan berhenti berfungsi bagi jutaan pengguna yang terbiasa mengirim reaksi lucu, ekspresi emosional, atau meme melalui tombol GIF.


Untuk menghindari gangguan layanan, WhatsApp memilih Klipy platform konten digital yang relatif baru namun menawarkan infrastruktur API modern dan koleksi konten yang kompetitif.


Siapa Klipy? Platform Baru yang Siap Gantikan Tenor

Klipy adalah platform konten digital yang menyediakan GIF, meme, stiker animasi, dan klip pendek. Mirip dengan Tenor dan Giphy, Klipy memungkinkan pengguna mencari dan berbagi konten visual secara instan melalui integrasi API.


Beberapa keunggulan Klipy:


  • API resmi yang stabil dan terdokumentasi baik
  • Koleksi konten yang terus diperbarui, termasuk tren viral global
  • Dukungan multi-format: GIF statis, animasi, hingga stiker interaktif
  • Kompatibel dengan berbagai platform, termasuk Discord, Telegram, dan kini WhatsApp

WhatsApp tidak sendirian dalam beralih ke Klipy. Discord, salah satu platform komunikasi terbesar di dunia, juga telah memulai transisi serupa menunjukkan bahwa Klipy dipercaya sebagai penerus sah ekosistem GIF pasca-Tenor.


Bagaimana Transisi Ini Akan Berlangsung?

Yang paling penting bagi pengguna: tidak perlu melakukan apa pun.


WhatsApp merancang migrasi ini agar sepenuhnya otomatis dan transparan:


  • Pengguna yang saat ini menggunakan Tenor sebagai sumber GIF akan dialihkan ke Klipy secara diam-diam.
  • Tidak ada perubahan antarmuka tombol GIF tetap ada di tempat yang sama.
  • Setiap GIF yang dikirim melalui Klipy akan menampilkan label “Klipy” di bawah gambar, sebagai penanda sumber.
  • Pengguna Giphy tidak terpengaruh, karena WhatsApp tetap mendukung dua penyedia sekaligus (Giphy + Klipy).

Transisi ini dijadwalkan selesai sebelum 1 Juli 2026, sehingga tidak ada jeda layanan saat Tenor benar-benar offline.


Dampak bagi Pengalaman Pengguna

Secara praktis, sebagian besar pengguna tidak akan merasakan perbedaan signifikan. Namun, ada beberapa hal yang patut diperhatikan:


1. Ketersediaan Konten

Klipy memiliki basis data yang berbeda dari Tenor. Beberapa GIF langka atau niche yang tersedia di Tenor mungkin tidak ada di Klipy dan sebaliknya. Namun, Klipy aktif mengkurasi konten berdasarkan tren global, sehingga kemungkinan besar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.


2. Kecepatan dan Stabilitas

Karena Klipy menggunakan infrastruktur cloud modern, pencarian GIF bisa jadi lebih cepat dan stabil, terutama di wilayah dengan koneksi terbatas.


3. Privasi dan Keamanan

WhatsApp menegaskan bahwa integrasi Klipy tidak mengumpulkan data pribadi pengguna. Semua permintaan GIF diproses secara anonim, sesuai kebijakan privasi end-to-end WhatsApp.


Apa Arti Ini bagi Masa Depan Fitur Visual di WhatsApp?

Pergantian Tenor ke Klipy mencerminkan strategi WhatsApp untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga yang tidak stabil. Dengan memilih mitra API yang lebih fleksibel dan berkelanjutan, WhatsApp memastikan bahwa fitur ekspresi visual yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi digital tetap hidup dan berkembang.


Langkah ini juga membuka pintu bagi fitur masa depan, seperti:


  • Integrasi stiker animasi langsung dari Klipy
  • Rekomendasi GIF berbasis AI sesuai konteks percakapan
  • Kolaborasi eksklusif dengan kreator konten untuk konten orisinal


Kesimpulan: Perubahan Kecil, Dampak Besar

Bagi pengguna awam, pergantian dari Tenor ke Klipy mungkin terasa seperti detail teknis. Tapi bagi jutaan orang yang mengandalkan GIF untuk berkomunikasi tertawa, menenangkan, atau sekadar berekspresi kelangsungan fitur ini sangat penting.


Dengan mengadopsi Klipy lebih awal, WhatsApp menunjukkan komitmennya untuk menjaga pengalaman pengguna tetap mulus, aman, dan menyenangkan bahkan di tengah perubahan besar di balik layar.


Jadi, meski Anda tak lagi melihat logo Tenor di bawah GIF favorit Anda, semangat berbagi tawa lewat gambar bergerak tetap hidup kini dengan nama baru: Klipy.

Desain Sama, Tapi Isinya Beda Jauh—Ini yang Tak Kamu Lihat di HP Baru

Desain Sama, Tapi Isinya Beda Jauh—Ini yang Tak Kamu Lihat di HP Baru

Desain Sama, Tapi Isinya Beda Jauh—Ini yang Tak Kamu Lihat di HP Baru

Di era 2025, hampir semua flagship smartphone terlihat seperti saudara kembar: layar OLED besar, bezel tipis, kamera bertumpuk di sudut belakang, dan bodi logam atau kaca yang minimalis. Bagi banyak orang, ini menimbulkan pertanyaan: apakah industri smartphone sudah kehabisan ide?


Jawabannya: tidak sama sekali.


Yang terjadi bukanlah stagnasi melainkan pematangan desain. Ketika masalah dasar seperti tampilan visual, masa pakai baterai, dan kualitas kamera telah terselesaikan secara universal, perbedaan besar tak lagi terlihat dari luar. Sebaliknya, inovasi kini bergerak ke dalam: pada chip, sistem operasi, konektivitas, manajemen termal, dan bahkan cara ponsel belajar dari penggunanya.


Artikel ini mengupas enam area utama di mana smartphone terus berevolusi meski Anda tidak melihatnya di rak toko.


1. Fokus pada Hardware & Software Internal: AI Jadi Jiwa Baru Ponsel

Dulu, AI di ponsel hanya berupa fitur tambahan seperti mode potret atau asisten suara. Kini, AI generatif menjadi inti dari sistem operasi modern.


  • Apple menggunakan chip A-series terbarunya untuk menjalankan model pembelajaran mesin on-device, memungkinkan analisis adegan foto secara real-time, peningkatan video otomatis, dan privasi data karena pemrosesan dilakukan langsung di perangkat.
  • Google Pixel mengintegrasikan AI ke hampir semua lapisan sistem: dari prediksi teks cerdas, terjemahan instan tanpa internet, hingga fotografi komputasional yang bisa “menghidupkan” foto lama.
  • Produsen lain seperti Samsung dan Xiaomi juga mulai menghadirkan model bahasa besar (LLM) lokal yang mampu menulis email, merangkum artikel, atau menjawab pertanyaan kompleks semua tanpa koneksi internet.

Hasilnya? Smartphone kini bukan lagi alat pasif, tapi asisten aktif yang beradaptasi dengan kebiasaan Anda.


2. Konektivitas yang Tak Terlihat: Era Internet Tanpa Batas

Bayangkan Anda tersesat di pegunungan tanpa sinyal seluler tapi tetap bisa mengirim lokasi darurat via satelit. Ini bukan fiksi ilmiah. Konektivitas satelit kini menjadi fitur nyata di ponsel flagship.


iPhone 14+ dan Huawei Mate 60 sudah mendukung pesan darurat via satelit.

  • Generasi berikutnya akan memperluas fungsi ini ke panggilan suara, data ringan, dan integrasi dengan aplikasi sehari-hari seperti Google Maps atau WhatsApp.
  • Teknologi ini bekerja di latar belakang tidak ada antena eksternal, tidak ada perubahan desain tapi memberikan lompatan besar dalam keandalan.

Inovasi semacam ini tak muncul di brosur, tapi bisa menyelamatkan nyawa.


3. Baterai & Pengisian Daya: Akhir dari "Battery Anxiety"

Dulu, baterai 3.000 mAh dianggap besar. Kini, 5.000–8.000 mAh adalah standar baru tanpa membuat ponsel tebal atau berat.


  • Pengisian cepat mencapai level ekstrem: beberapa ponsel Cina bisa terisi penuh dalam 12–18 menit.
  • Pengisian nirkabel kini mencapai 50W, setara dengan kabel lama.
  • Teknologi baterai baru seperti silikon-anoda dan manajemen daya berbasis AI memperpanjang usia baterai dan efisiensi.

Akibatnya, pengguna jarang lagi khawatir kehabisan baterai di tengah hari sebuah pencapaian besar yang sering diabaikan karena “terlalu biasa”.


4. Pendinginan Canggih: Performa Tinggi Tanpa Panas Berlebih

Chipset modern seperti Snapdragon 8 Gen 3 atau Dimensity 9300 menghasilkan panas luar biasa saat menjalankan game, AI, atau perekaman 8K. Untuk mengatasinya, produsen kini menggunakan:


  • Sistem pendingin ruang uap (vapor chamber) yang menyebarluaskan panas ke seluruh bodi.
  • Grafit termal multi-lapis dan pipa panas mikro.
  • Algoritma dinamis yang menyesuaikan performa berdasarkan suhu dan beban.

Hasilnya? Performa tetap stabil selama sesi panjang, tanpa throttling drastis. Anda mungkin tak melihatnya, tapi ini alasan mengapa game berat tetap lancar setelah 1 jam bermain.


5. Eksperimen Bentuk: Foldable dan Tri-Fold sebagai Laboratorium Inovasi

Meski desain konvensional telah matang, eksperimen bentuk terus berlanjut lewat ponsel lipat.


  • Samsung Galaxy Z Flip/Fold, Huawei Mate X, dan Xiaomi Mix Fold bukan hanya produk niche mereka adalah laboratorium hidup untuk teknologi layar fleksibel, engsel presisi, dan distribusi baterai di ruang terbatas.
  • Konsep tri-fold (dilipat dua kali) bahkan sedang diuji, menghadirkan tablet seukuran saku.
  • Inovasi dari foldable seperti layar ultra-tipis atau baterai fleksibel sering merembes ke ponsel biasa dalam 2–3 tahun.

Jadi, meski hanya segelintir orang yang membeli foldable, semua pengguna ponsel akhirnya diuntungkan.


6. Evolusi Bertahap: Desain Stabil, Tapi Isi Terus Berkembang

Fakta bahwa ponsel terlihat mirip bukanlah kegagalan itu tanda desain telah mencapai titik optimal. Layar besar, kamera bagus, dan baterai tahan lama kini adalah standar dasar, bukan nilai jual.


Namun di balik itu:


  • Sensor kamera lebih sensitif
  • Chip lebih hemat energi
  • Sistem operasi lebih proaktif
  • Keamanan biometrik lebih canggih (misal: pengenalan wajah 3D)

Perubahan ini bertahap, halus, dan kumulatif seperti evolusi biologis. Tidak dramatis, tapi sangat efektif.


Kesimpulan: Smartphone Belum Mati Hanya Lebih Dewasa

Industri smartphone tidak kehabisan ide. Ia hanya beralih dari revolusi visual ke revolusi fungsional. Inovasi kini terjadi di tempat yang tak terlihat: di dalam chip, di lapisan software, di frekuensi radio, dan di algoritma yang belajar dari Anda.


Jadi, jangan tertipu oleh tampilan luar yang “sama”.

Smartphone mungkin terlihat statis tapi di dalam, ia berlari kencang menuju masa depan.

UGREEN Rilis Power Bank 2-in-1 dengan Layar Digital & MagSafe 25W!

UGREEN Rilis Power Bank 2-in-1 dengan Layar Digital & MagSafe 25W!

UGREEN Rilis Power Bank 2-in-1 dengan Layar Digital & MagSafe 25W!

UGREEN kembali menghadirkan inovasi di dunia aksesori pengisian daya dengan peluncuran MagFlow 2-in-1 MagSafe Power Bank sebuah perangkat multifungsi yang menggabungkan power bank berkapasitas besar, docking station portabel, dan teknologi pengisian nirkabel terkini dalam satu desain futuristik.


Dirancang khusus untuk pengguna iPhone dan perangkat kompatibel Qi2, MagFlow bukan sekadar power bank biasa. Ia hadir dengan layar digital real-time, dukungan MagSafe bersertifikasi Apple, serta kemampuan menjadi dudukan pengisi daya meja mini menjawab kebutuhan modern akan efisiensi, estetika, dan fungsionalitas sekaligus.


Dibanderol €140 (sekitar Rp2,4 juta) dan saat ini tersedia di pasar Eropa, MagFlow menargetkan pengguna premium yang menginginkan solusi pengisian daya serba bisa tanpa kompromi pada performa.


Artikel ini mengupas tuntas desain unik, fitur teknis mutakhir, skenario penggunaan praktis, serta nilai lebih yang ditawarkan UGREEN MagFlow dibanding kompetitor.


Desain 2-in-1: Power Bank + Docking Station dalam Satu Perangkat

Yang membedakan MagFlow dari power bank konvensional adalah konsep lipat cerdasnya. Saat ditutup, ia tampak seperti power bank berukuran sedang. Namun begitu dibuka, bagian dalamnya terungkap sebagai docking station vertikal dengan dua zona pengisian:


  • Panel utama di depan: permukaan magnetik MagSafe bersertifikasi Apple yang menempel kuat ke iPhone 12 ke atas.
  • Panel sekunder di tengah: bantalan nirkabel kecil untuk mengisi earbud TWS (seperti AirPods) hingga 5W.

Bagian atasnya dapat disesuaikan sudutnya, memungkinkan pengguna meletakkan ponsel dalam posisi miring ideal untuk menonton video, video call, atau memantau notifikasi selama pengisian.


Desain ini menjadikan MagFlow bukan hanya alat darurat saat bepergian, tapi juga solusi stasioner elegan untuk meja kerja atau nightstand.


Layar Digital: Akhiri Tebakan Level Baterai!

Salah satu keluhan umum pengguna power bank adalah ketidakjelasan indikator baterai biasanya hanya lampu LED yang berkedip ambigu. UGREEN mengatasi ini dengan menambahkan layar digital mini di bagian bawah perangkat.


Layar ini menampilkan dua informasi penting secara real-time:


  • Persentase sisa baterai (misal: 68%)
  • Daya output saat ini (misal: 22W)

Dengan ini, pengguna bisa memantau konsumsi daya secara akurat, merencanakan pengisian ulang, atau memastikan perangkat menerima daya optimal tanpa perlu menebak atau membuka aplikasi pihak ketiga.


Dukungan Pengisian Terkini: Qi2, MagSafe 25W, dan Port USB Ganda

MagFlow dirancang untuk masa depan. Ia mendukung standar pengisian nirkabel terbaru tahun 2026, termasuk:


1. Qi2 Wireless Charging

Standar global baru yang menawarkan efisiensi lebih tinggi, keamanan lebih baik, dan kompatibilitas luas tidak hanya untuk iPhone, tapi juga perangkat Android yang mendukung Qi2.


2. MagSafe Bersertifikasi Apple

Panel utama memberikan pengisian nirkabel hingga 25W lebih cepat dari standar MagSafe Apple (15W) berkat optimasi termal dan manajemen daya canggih dari UGREEN.


3. Port USB Ganda untuk Kabel

  • USB-C: mendukung input/output hingga 100W (termasuk fast charging untuk laptop)
  • USB-A: output hingga 10W, cocok untuk perangkat lama seperti mouse, speaker, atau power bank cadangan

Perangkat ini juga dilengkapi kabel USB-C anyaman (braided) berkualitas tinggi yang mendukung transfer daya 10 wali 100W langsung dalam paket penjualan.


Spesifikasi Teknis: Kapasitas, Ukuran, dan Kecepatan Isi Ulang

Kapasitas Baterai

  • 20.000 mAh

Input Pengisian Ulang

  • Hingga 65W via USB-C

Output Nirkabel (HP)

  • Hingga 25W (MagSafe/Qi2)

Output Nirkabel (Earbud)

  • 5W

Dimensi

  • 14,8 x 8,1 x 4,15 cm

Berat

  • 670 gram

Port

  • 1x USB-C (100W), 1x USB-A (10W)

Meski bobotnya mencapai 670 gram cukup berat untuk saku celana MagFlow tetap portabel dalam tas ransel atau tas kerja. Bagi pengguna yang sering bepergian jarak jauh atau bekerja remote, kapasitas 20.000mAh bisa mengisi ulang iPhone hingga 4–5 kali, atau MacBook Air sekali penuh.


Skenario Penggunaan Ideal: Siapa yang Butuh MagFlow?

Digital Nomad & Remote Worker

Gunakan sebagai docking station portabel di kafe atau co-working space isi daya HP, earbud, dan laptop sekaligus, sambil tetap melihat layar ponsel dalam posisi tegak.


Kreator Konten & Streamer

Posisi miring memungkinkan rekaman hands-free selama live streaming, tanpa khawatir baterai habis.


Pengguna iPhone Setia

Dapatkan pengalaman MagSafe maksimal dengan kecepatan 25W dan sertifikasi resmi Apple tanpa risiko kompatibilitas.


Tim Lapangan atau Traveler

Satu perangkat untuk semua kebutuhan pengisian: nirkabel untuk HP & earbud, kabel untuk kamera, drone, atau GPS.


Harga dan Ketersediaan

  • Harga: €140 (sekitar Rp2,4 juta)
  • Pasar Awal: Uni Eropa
  • Ekspansi Global: Belum diumumkan, tetapi kemungkinan besar akan masuk ke Asia dan Amerika dalam beberapa bulan ke depan

Dibanding kompetitor seperti Anker MagGo atau Belkin MagSafe Charger 3-in-1 (yang harganya bisa mencapai €200+), MagFlow menawarkan nilai lebih berkat kapasitas baterai internal, layar digital, dan fleksibilitas portabel.


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Power Bank Ini Pusat Pengisian Masa Depan

UGREEN MagFlow 2-in-1 bukan hanya tentang mengisi daya ia tentang mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat sehari-hari. Dengan menggabungkan teknologi pengisian terdepan, desain ergonomis, dan transparansi informasi via layar digital, UGREEN berhasil menciptakan aksesori yang fungsional, futuristik, dan user-centric.


Bagi mereka yang lelah membawa banyak charger, menebak sisa baterai, atau kehilangan earbud karena lupa mengisi MagFlow adalah solusi all-in-one yang layak dipertimbangkan.


Di era di mana setiap persen baterai berharga, UGREEN tidak hanya memberi daya tapi juga kejelasan, kenyamanan, dan kontrol penuh.

iPhone 18 Pro & iPhone Fold Bocor: Touch ID Gantikan Dynamic Island!

iPhone 18 Pro & iPhone Fold Bocor: Touch ID Gantikan Dynamic Island!

iPhone 18 Pro & iPhone Fold Bocor: Touch ID Gantikan Dynamic Island!

Apple bersiap memasuki era baru perangkat lipat sekaligus mengukuhkan dominasi seri Pro-nya. Menurut analis terpercaya Jeff Pu, raksasa teknologi Cupertino akan meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Fold pertamanya pada September 2026 sementara model standar iPhone 18 baru menyusul pada musim semi 2027.


Informasi ini awalnya disampaikan kepada investor dan kemudian dilaporkan oleh media teknologi ternama seperti 9to5Mac, memicu antusiasme besar di kalangan penggemar Apple. Yang paling mengejutkan? iPhone Fold dikabarkan tidak menggunakan Face ID sama sekali, melainkan kembali ke Touch ID tanda bahwa Apple siap mengorbankan fitur ikonik demi desain yang lebih imersif dan fungsional di layar lipat.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi lengkap, perubahan desain radikal, strategi teknologi Apple, serta implikasi dari keputusan meninggalkan Dynamic Island di perangkat foldable.


Jadwal Peluncuran: Strategi Baru Apple untuk Segmen Premium

Untuk pertama kalinya, Apple memisahkan jadwal peluncuran antara model premium dan standar:


  • September 2026: iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Fold
  • Musim Semi 2027: iPhone 18 dan iPhone 18 Plus

Langkah ini menunjukkan bahwa Apple semakin fokus pada segmen high-end sebagai penopang utama pendapatan. Dengan margin keuntungan lebih tinggi dan permintaan kuat dari pengguna setia, Apple tampaknya ingin memperkuat posisi premium-nya sebelum merilis model dasar.


Spesifikasi Inti: Chip 2nm, RAM 12GB, dan Modem Buatan Sendiri

Ketiga model premium Pro, Pro Max, dan Fold dikabarkan akan menggunakan spesifikasi inti yang hampir identik:


  • Chipset: A20 Pro, dibangun di atas proses manufaktur 2nm (generasi berikutnya setelah A18 Pro 3nm)
  • RAM: 12GB LPDDR5, peningkatan signifikan dari 8GB di iPhone 17 Pro
  • Modem: C2, modem in-house generasi kedua Apple, menggantikan solusi Qualcomm

Penggunaan modem buatan sendiri menandai langkah besar menuju kemandirian teknologi nirkabel Apple. Ini juga bisa mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dan memberikan kontrol penuh atas performa jaringan, termasuk efisiensi daya dan integrasi dengan fitur iOS.


Desain Layar & Dynamic Island: Tetap di Pro, Hilang di Fold

iPhone 18 Pro & Pro Max

  • Ukuran layar: tetap 6,3 inci (Pro) dan 6,9 inci (Pro Max)
  • Dynamic Island: masih ada, tapi lebih kecil berkat komponen under-display yang lebih miniatur
  • Face ID: tetap menjadi metode autentikasi utama

iPhone Fold

  • Layar dalam: 7,8 inci (fleksibel, OLED)
  • Layar luar: 5,3 inci (cover display)
  • Dynamic Island: tidak ada
  • Face ID: dihilangkan sepenuhnya
  • Autentikasi: Touch ID, kemungkinan besar di tombol power

Keputusan menghilangkan Face ID di iPhone Fold bukan tanpa alasan. Sensor 3D TrueDepth membutuhkan ruang vertikal yang sulit diintegrasikan ke layar lipat tipis. Selain itu, desain bezel-less total menjadi prioritas dan Touch ID menawarkan solusi yang lebih sederhana, andal, dan hemat ruang.


Hasilnya? Tampilan lebih bersih, tanpa takik atau pulau notifikasi, menciptakan pengalaman menonton dan multitasking yang benar-benar imersif.


Kamera: Triple 48MP di Pro, Dual di Fold

iPhone 18 Pro & Pro Max

  • Tiga sensor 48MP: wide, ultrawide, dan periscope telephoto
  • Periskop ini memungkinkan zoom optik hingga 5x atau lebih, menjawab kritik selama ini tentang keterbatasan zoom Apple dibanding Samsung dan Huawei

iPhone Fold

  • Dua sensor 48MP: kemungkinan wide + ultrawide
  • Tanpa lensa telephoto, karena keterbatasan ruang di bodi tipis
  • Dua kamera depan: satu di layar luar (5,3 inci), satu di layar dalam (7,8 inci)
  • Resolusi selfie: tetap 18MP (bukan 24MP seperti rumor sebelumnya), sama dengan iPhone 17

Meski lebih sederhana, sistem kamera Fold tetap menjanjikan kualitas tinggi khas Apple dengan optimasi perangkat lunak yang superior.


Material & Desain: Titanium-Aluminium Hybrid

iPhone Fold dikabarkan menggunakan kombinasi titanium dan aluminium:


  • Titanium: untuk rangka utama, menawarkan kekuatan tinggi dengan bobot ringan
  • Aluminium: untuk bagian sekunder, menekan biaya produksi

Strategi ini mirip dengan Apple Watch Ultra, yang sukses menyeimbangkan daya tahan, estetika, dan harga. Untuk perangkat lipat generasi pertama, Apple tampaknya ingin menghindari harga terlalu tinggi meski tetap menjaga kualitas premium.


Mengapa Touch ID Kembali? Filosofi Desain Apple di Era Layar Lipat

Kembalinya Touch ID bukan sekadar nostalgia ini adalah keputusan desain yang sangat strategis:


  • Efisiensi ruang: tidak perlu modul Face ID yang tebal
  • Keandalan: sidik jari tetap bekerja saat memakai masker, kacamata hitam, atau dalam kondisi cahaya ekstrem
  • Keamanan: Touch ID modern (kapasitif/ultrasonik) sudah sangat aman dan cepat
  • Konsistensi UX: pengguna bisa membuka ponsel dengan satu tangan, bahkan saat layar tertutup

Bagi banyak pengguna, ini adalah kabar baik. Sejak iPhone X, keluhan tentang “wajah tidak terdeteksi” atau “Dynamic Island mengganggu UI” terus bermunculan. Di iPhone Fold, Apple akhirnya mendengarkan.


Implikasi untuk Masa Depan: Apakah Face ID Akan Ditinggalkan?

Meski Face ID tetap di seri Pro, hilangnya fitur ini di iPhone Fold membuka kemungkinan besar: Apple sedang menguji alternatif autentikasi untuk masa depan. Jika Touch ID di Fold sukses, kita mungkin akan melihat kombinasi hybrid di iPhone masa depan atau bahkan under-display Face ID yang lebih canggih.


Namun, untuk saat ini, Apple memilih pragmatisme: teknologi terbaik untuk bentuk faktor tertentu, bukan satu solusi untuk semua.


Kesimpulan: Revolusi Desain Apple Dimulai dari iPhone Fold

iPhone 18 Pro dan Pro Max akan menjadi peningkatan evolusioner tapi iPhone Fold adalah revolusioner. Dengan menghilangkan Dynamic Island, mengganti Face ID dengan Touch ID, dan mengadopsi layar lipat 7,8 inci, Apple menunjukkan bahwa mereka siap mengorbankan identitas visual lama demi pengalaman pengguna yang lebih baik.


Jika bocoran ini akurat, maka September 2026 akan menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah iPhone saat Apple akhirnya memasuki arena foldable dengan cara yang benar-benar “Apple”: minimalis, fungsional, dan penuh pertimbangan.


Dan bagi pengguna yang rindu tombol fisik dan wajah bebas takik? Masa depan mungkin lebih cerah dari yang Anda kira.